12 April 2022

23 December 2018

Lontong Goreng

1 medium size onion
2 cloves garlic
3-4 tablespoons chilli paste
2 teaspoon dried shrimps (udang kering)

Add the minced beef and sautee until brown. Add seasonings.

2 tablespoons tomato ketchup 
2 tablespoons oyster sauce 
1 tablespoon sweet soya sauce (I used Habhal)
100g minced beef

Add the chopped lontong into the spice mix, stir until all the pieces are well coated and add the egg in. Continue to stir fry.

1 egg
1 lontong chopped into small pieces

Season with salt, add your parsley & fried shallot and mix well. Serve hot and top with more parsley & fried shallots.

A handful of chopped parsley 
1/4 cup Fried shallots 
Salt to taste

08 December 2018

Pengertian Aqil Baligh, Mukallaf dan Mumayyiz dalam Islam Eliza Eliza

Fiqih – Pengertian aqil baligh dan mukallaf. Pernahkah anda mendengar Aqil, Baligh, Mukallaf dan Mumayyiz?
Ketika anda mempelajari buku-buku Islam atau hukum-hukum tentang Islam biaanya kata-kata itu sering muncul. Namun tahukah anda pengertian dari masing-masing kosa kata itu?
Masing-masing dari kata Aqil, Baligh, Mukallaf dan Mumayyiz memiliki arti sendiri-sendiri. Tidak sama, tapi saling berkaitan.
Jika anda memahaminya dengan benar, maka anda paham bahwa syariat Islam itu menempatkan hukumnya secara benar dan tepat. Lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini:

Pengertian Aqil, Baligh dan Mukallaf

Secara bahasa aqil artinya adalah orang yang berakal, baligh artinya adalah sampai dan mukallaf artinya dibebani.
Sedangkan secara syara’, baligh artinya adalah seseorang yang telah sampai pada masa pemberian beban hukum syariat, disebut juga dengan taklif.
Dengan adanya beban dan tuntutan itulah kemudian ia disebut sebagai mukallaf, yaitu seseorang yang telah diberikan beban syariat untuk mengamalkannya.
Sedangkan aqil baligh adalah seseorang yang telah sampai pada masa baligh dan memiliki akal sehat, sebab jika akalnya tidak waras ia tidak disebut sebagai aqil dan juga tidak disebut sebagai mukallaf. Sebab orang gila tidak terbebani dengan hukum syariat.
Dari sinilah kemudian timbul istilah yang disebut sebagai aqil baligh, yaitu seseorang yang telah sampai pada masa baligh dan memiliki akal sehat. Akil baligh ini kemudian disebut sebagai mukallaf, yaitu orang yang dibebani dengan hukum syariat.
Selain orang gila, orang yang bodoh (tidak tahu) juga tidak dibebani dengan hukum syariat sebab ketidak tahuannya. Namun orang bodoh berkewajiban belajar untuk mencari tahu.
Rasulullah SAW bersabda, “Diangkatkan pena atas tiga (kelompok manusia), yaitu anak-anak hingga baligh, orang tidur hingga bangun, dan orang gila hingga sembuh.” (HR Abu Dawud).
Yang dimaksud orang gila dalam hadis ini adalah orang yang tidak memiliki akal sehat. Sedangkan yang dimaksud dengan “diangkatkan pena” adalah tidak dibebani dengan hukum syara’.

Aqil Baligh Adalah Syarat Ibadah dan Muamalah

Ulama fiqih bersepakat bahwa akil baligh adalah syarat dalam ibadah & muamalah. Dalam hal ibadah, aqil baligh adalah syarat wajib sholat, syarat wajib puasa dan sebagainya.
Sedangkan dalam hal muamalah aqil baligh adalah syarat dalam masalah pidana & perdata atau syarat muamalah yang lainnya.
Oleh sebab itulah, mengetahui batasan-batasan atau tanda-tanda baligh ini menjadi sangat penting. Karena hal ini berkaitan langsung dengan beban syara’ yang menjadi kewajibannya.
Setelah seseorang baligh, maka ia bertanggung jawab atas amal perbuatan yang dilakukannya. Ia berhak mendapat pahala atas ketaatan yang diperbuatnya dan mendapat dosa atas hukum syara’ yang dilanggarnya.

Tanda-tanda Baligh

Adapun tanda-tanda balig adalah sebagai berikut:
1. Khusus untuk anak perempuan, apabila ia telah berumur 9 tahun dan telah mengalami haid, maka ia sudah dikatakan baligh. Sedangkan apabila anak perempuan tersebut mengalami haid sebelum umur 9 tahun, maka ia belum dikatakan baligh.
2. Untuk anak laki-laki ataupun wanita, apabila ia telah mencapai umur 9 tahun dan mengalami mimpi basah (hingga keluar mani), maka ia dianggap telah baligh. Dan apabila ia mengalami mimpi basah tersebut sebeum usia 9 tahun maka belum bisa dikatakan sebagai baligh.
3. Untuk anak laki-laki maupun perempuan, apabila ia telah mencapai umur 15 tahun, meskipun tidak atau belum mengalami hal-hal diatas, maka secara otomatis ia telah dianggap baligh.
Artinya, anak laki-laki maupun perempuan secara otomatis dikatakan baligh tanpa syarat setelah memasuki umur 15 tahun.

Pengertian Mumayyiz

Sebenarnya, selain akil baligh dan mukallaf, ada istilah lain yang biasa digunakan dalam pembahasan fiqih, yaitu tamyiz atau mumayyiz..
Mumayyiz adalah istilah yang digunakan untuk seorang anak yang telah mampu membedakan antara yang baik dan buruk. Dalam artian membedakan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya dan sesuatu yang membahayakan untuk dirinya.
Dengan kata lain, mumayyiz artinya seorang anak yang telah mampu melakukan beberapa hal secara mandiri seperti makan, minum, mandi atau yang lainnya.
Fase mumayyiz ini dimulai pada usia kra-kira tujuh tahun sampai memasuki masa baligh. Pada fase mumayyiz ini seorang anak diperbolehkan melakukan suatu tindakan yang berhubungan dengan orang lain, misalnya jual beli.
Meskipun begitu, segala tindakan yang dilakukannya masih tetap membutuhkan pengawasan dari orang tua. Sebab yang dilakukan anak usia mumayyiz ini adalah masih dalam masa perkembangan, yang mana perkembangan fisik dan otaknya belum sempurna.
Dari keterangan diatas, arti mumayyiz dapat disimpulkan sebagai berikut:
  • Mumayyiz adalah seorang anak yang telah memasuki perkembangan otak dan fisik dalam tahap sempurna, namun belum dalam keadaan yang benar-benar sempurna.
  • Seoarang anak yang telah mumayyiz belum mengalami perubahan fisik seperti halnya ihtilam (mimpi basah) atau haid.
  • Batas perkiraan usia mumayyiz adalah tujuh tahun hingga menjelang baligh.
  • Segala tindakan yang menyangkut dengan orang lain masih tetap dalam pengawasan orang tua.
  • Seorang anak yang telah memasuki usia mumayyiz belum dibebani dengan hukum syariat, namun orang tua berkewajiban mulai mengajarkan dan menganjurkannya.
Semoga pengertian Aqil, Baligh, Mukallaf dan Mumayyiz di atas bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa share jika dirasa perlu dan bermanfaat.

06 December 2018

7 Dzikir Yang Bagus Dibaca 100 (Seratus) Kali Setiap Hari.



Allah memerintahkan agar manusia berdzikir (mengingat) Allah sebanyak-banyaknya. Artinya bahwa setiap hari, setiap saat hendaknya kita selalu berdzikir mengingat Allah.

Dzikir apa yang kita baca? Ada beberapa bacaan dzikir yang bisa kita lantunkan setiap hari hingga 100 kali menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW.
7 kalimat dzikir mulia ini bagus untuk diamalkan yang berdasarkan Hadis Nabi Muhammad saw., yang setiap harinya dibaca seratus kali. Apa saja itu? Berikut ini daftarnya :

1. LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH 100x.

قال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ لا إلٰهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله مَائَةَ مَرَّة جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالقَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ
Nabi saww. bersabda: “Barangsiapa setiap hari membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH (Tiadak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah) sebanyak seratus (100) kali, maka ia datang pada hari kiamat mukanya bagaikan bulan purnama”. (Kitab Lubabul Hadits)

2. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR 100x.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya, maula Abu Bak dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang membaca laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodir (Tidak ada ilah (yang berhaq disembah) selain Allah Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan) setan pada hari itu hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang dapat lebih banyak mengamalkan (membaca) dzikir ini”. (HR. Bukhori No.3050 dan No.5924, Ibnumajah No.3799)

3. LAA ILAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN 100x selepas sholat subuh atau sholat dzuhur.

والخطيب وأبو نعيم وابن عبد البرّ: من قال في يومه مائة مرة لا اله إلا الله الملك الحق المبين كان له أماناً من الفقر وأنساً من وحشة القبر، وفتحت له أبواب الجنة
Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa membaca pada pagi hari seratus (100) kali LAA ILAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN, maka akan merupakan jaminan aman dari kemiskinan, akan menjadi kesenangan dalam kuburnya dan terbuka baginya pintu-pintu surga. (HR. Al Khatib, Abu Naimdan Ibn Abdul Bar, Didalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrasyad => Asy Syaikh Zainuddin Al Malibariy)

4. SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI 100x.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan ‘SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya)’ sehari seratus kali, maka kesalahan-kesalahannya (dosa) akan terampuni walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR.Bukhori No.5926, Muslim No.4857, At Tirmidzi No.3388, Ahmad N0.10266 dan No.7667, Ibnumajah No.3802, dan Imam Malik No.438)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib telah menceritakan kepada kami Abdul ‘Aziz bin Al Mukhtar dari Suhail bin Abu Shalih dari Sumayy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Barang siapa yang pada pagi dan sore hari mengucapkan; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali maka tidak ada orang yang datang pada Hari Kiamat yang membawa sesuatu yang lebih baik dari apa yang ia bawa kecuali orang yang mengucapkan seperti apa yang ia ucapkan atau lebih banyak lagi darinya.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib. (HR. At Tirmidzi No.3391)
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْأُمَوِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Abdul Malik Al Umawi telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Al Mukhtar dari Suhail dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barang siapa, ketika pagi dan sore, membaca doa; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.’” (HR. Muslim No.4858)
حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مُوسَى الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ لِأَصْحَابِهِ قُولُوا سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ مَنْ قَالَهَا مَرَّةً كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا وَمَنْ قَالَهَا عَشْرًا كُتِبَتْ لَهُ مِائَةً وَمَنْ قَالَهَا مِائَةً كُتِبَتْ لَهُ أَلْفًا وَمَنْ زَادَ زَادَهُ اللَّهُ وَمَنْ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ غَفَرَ لَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ
Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Musa Al Kufi telah menceritakan kepada kami Daud bin Az Zibriqan dari Mathar Al Warraq dari Nafi’ dari Ibnu Umar, ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda pada suatu hari kepada para sahabatnya: “Ucapkanlah; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali, barang siapa yang mengucapkannya satu kali maka dicatat baginya sepuluh kali dan barang siapa yang mengucapkannya sepuluh kali maka dicatat baginya seratus kali, dan barang siapa yang mengucapkannya seratus kali maka dicatat baginya seribu kali, dan barang siapa yang menambah maka Allah menambahnya dan barang siapa yang memohon ampunan kepada Allah maka Allah akan mengampuninya.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. (HR. At Tirmidzi No.3392)
من قال سبحان الله وبحمده غرست له نخلة فى الجنة ومن قالها مائة مرة كتبت له الف حسنة و حطت عنه الف خطيئة
Nabi Muhammad saww. bersabda : Man qoola Subhaanallaahi wabihamdihi ghurisat lahu nakhlatun fil jannati, wa man qoolahaa mi-atan marrotin kutibat lahu alfu hasanatin, wa huththot ‘anhu alfu khothii-atin.
Artinya : Barangsiapa mengucap SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI sekali, akan ditanamkan baginya suatu pohon disurga, dan barangsiapa mengucapkannya seratus kali, dicatat baginya seribu kebajikan dan digugurkan daripadanya seribu kejahatan (Kitab An Nashaih Ad Diniyah – Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad)

5. Bershalawat setiap hari minimal 100x.

والطبراني: مَنْ صَلّى عَلَيَّ وَاحِدةً صَلّى الله عَلَيْه عَشْراً، وَمَنْ صَلّى عَلَيَّ عَشْراً صَلّى الله عَلَيْهِ مائَةً، وَمَنْ صَلّى عَلَيَّ مائَة كَتَبَ الله لَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ بَرَاءةً مِنَ النِّفَاقِ وَبَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَأَسْكَنَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مَعَ الشّهَدَاءِ
Nabi Muhammad saww. bersabda : Man sholla ‘alayya wahidatan shallallaahu ‘alaihi ‘asyron wa man sholla ‘alayya ‘asyron shallallaahu ‘alaihi mi-atan wa man sholla ‘alayya mi-atan kataballaahu lahu baina ‘ainaihi baro-atan minan nifaaqi wa baroo-atan minan naari wa askanahu yaumal qiyaamati ma’asy syuhadaa-i.
Artinya : “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali, dan barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali, maka Allah bershalawat untuknya seratus kali, dan barangsiapa bershalawat untukku seratus kali, maka Allah menulis diantara kedua matanya kebebasan dari nifak, dan kebebasan dari neraka dan ditempatkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang mati syahid.” (HR. At Thabarani, di dalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrosyad)

6. RABBIGHFIRLII WATUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWAABUR RAHIIM 100x.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ وَالْمُحَارِبِيُّ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ يَقُولُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ مِائَةَ مَرَّةٍ
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dan Al Muharibi dari Malik bin Mighwal dari Muhammad bin Suqah dari Nafi’ dari Ibnu Umar dia berkata; “Apabila kami menghitung ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu majlis: “Rabbighfirlii watub ‘alayya innaka antat tawwabur rahiim (Ya Rabbku ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah Maha penerima taubat dan maha penyayang) beliau mengucapkannya sebanyak seratus kali.” (HR. Ibnumajah No.3804 dan Abudaud No.1295)

7. SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI ASTAGHFIRULLAH 100x sebelum sholat subuh (qobliyah subuh).

أن رجلا جاء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال تولت عني الدنيا وقلت ذاتيدي فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم فأين أنت من صلاة الملائكة وتسبيح الخلائق وبها يرزقون قال فقلت وماذا يا رسول الله قال قل سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم أستغفر الله مائة مرة ما بين طلوع الفجر إلى أن تصلى الصبح تأتيك الدنيا راغمة صاغرة ويخلق الله عز وجل من كل كلمة ملكا يسبح الله تعالى إلى يوم القيامة لك
Bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saww. lalu ia berkata: “Dunia berpaling dariku dan sedikit di tanganku (miskin)”, Lalu Rasulullah saww. bersabda: “Maka dimanakah kamu dari permohonan rahmat oleh para Malaikat dan tasbih para makhluk, dan dengannya mereka diberi rizki?” ia berkata: Lalu saya berkata: “Apakah itu wahai Rasulullah?”, Beliau bersabda: “Ucapkanlah: SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI ASTAGHFIRULLAH (Maha Suci Allah denga segala pujiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Saya memohon ampun kepada Allah)” seratus (100x) kali antara terbitnya fajar sampai shalat shubuh maka dunia datang dengan hina dan kecil (tidak sombong) dan Allah ‘Azza Wa Jalla menciptakan dari setiap kata akan satu Malaikat yang mentasbihkan Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahalanya untukmu”. (Di dalam Kitab Ihya Ulumiddin => Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali).
Hayo kita amalkan dzikir-dzikir mulia tersebut, aturlah waktu kalian agar dapat membaca dzikir-dzikir mulia tersebut dalam sehari-semalamnya seratus kali agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan di akhirat nanti, dan dapat dikumpulkan bersama Nabi Muhammad saw., para sahabatnya, para syuhada dan orang-orang sholeh didalam surganya yang tertinggi karena menghidupkan dan mengamalkan sunnah Nabi Muhammad saww., karena Nabi Muhammad saww. bersabda :
من احيا سنتي فقد احبني ومن احبني كان معي فى الجنة
Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii wa man ahabbanii kaana ma’ii fil jannah.
Artinya : Barangsiapa menghidupkan sunnahku maka sesungguhnya (bukti) dia mencintaiku, dan barangsiapa mencintaiku maka ia akan bersamaku disurga. (HR. At Tirmidzi No.2602)
Sumber: https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Penulis : Muhammad Shulfi bin Abu Nawar bin Ahmad Al ‘Aydrus.
Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan dzikir-dzikir mulia tersebut diatas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya..:)

03 December 2018

Resipi Mee Bandung

Mee Bandung 
Bahan bahan:
1 bungkus mee kuning
4-6 ekor udang basah
1-2 ekor sotong - potong bulat
50 gm udang kering
1/4 cawan kacang tanah goreng- tumbuk
Sawi
Hirisan daging (tak letak)
Air rebusan daging (guna kiub ayam)
4 biji telur
Gula dan garam
Mee kuning - celur


Bahan Kisar:
1/2 biji bawang besar 
3 ulas bawang putih
5 tangkai cili kering

Bahan hiasan:
3 keping tauhu goreng - hiris nipis

Bawang goreng 
Hirisan cili merah

Limau kasturi/limau nipis

Cara- cara: 

Panaskan minyak dan tumis bahan kisar sehingga cili masak. Masukkan udang kering yang telah diblend hingga naik bau.

Kemudian masukkan air rebusan daging, kacang, udang basah, hirisan daging dan juga sotong. Didihkan, masukkan gula dan garam secukup rasa.

Kecilkan api. Pecahkan telur sebiji sebiji. Jangan kacau supaya telur tidak pecah. Biarkan telur masak/separuh masak, ikut suka. Akhir sekali masukkan sawi.

Tutup api. Curahkan kuah di atas mee. Hiaskan dengan bawang goreng, tauhu goreng, hirisan cili dan limau nipis/limau kasturi. Siap untuk dimakan

MEE BANDUNG MUAR ASLI (TANPA MENGGUNAKAN PES SEGERA)

Saya masak untuk 30 orang, jadi semua bahan didarab tiga sebab resepi ini untuk 8-10orang.  

Bahan-bahan:

1 kg Mee Kuning
10 tangkai cili kering (buang biji dan rebus, toskan)
1 labu bawang putih (diketuk)
5 biji bawang merah
½ cawan udang kering, direbus dengan secawan air (alternatively boleh guna sotong rendam, rebus juga)

½ cawan udang hidup
1 cawan daging rebus (dipotong nipis)

Sawi (sukatan ikut suka, potong anggaran 1 inci)
Kobis (sukatan ikut suka, hiris kasar)

¾ – 1 cawan gula pasir
3 – 4 cawan air rebusan daging
1 sudu makan sos tiram

Telur ayam (mengikut jumlah hidangan)
Garam secukup rasa
Minyak untuk menumis

Lain lain perencah e.g. daging ayam, fishballs, sotong, bunga kobis, hati rebus boleh dimasukkan mengikut individual preference.

Daun sadri & daun bawang, jika suka (dihiris)


Cara memasak:


1. Kisar cili kering, udang kering bersama air rebusannya, gula, bawang putih & bawang merah. Yang inilah kita bekukan untuk kegunaan waktu kecemasan.

2. Pijarkan sedikit minyak didalam kuali.

3. Tumiskan bahan bahan yang dikisar. Jangan sampai garing.

4. Masukkan sos tiram.

5. Masukkan udang, daging rebus.

6. Masukkan batang sawi dan air rebusan daging serta garam. Biar sehingga pekat

Tips: Untuk menghidang (Mee bandung ni tak sedap masak in bulk, so kenalah “bancuh” sepinggan-sepinggan.)

1. Ambil sedikit kuah (dan rencahnya untuk satu orang makan)

2. Panaskan kuah dan masukkan sebiji telur, sehingga separuh keras.

3. Masukkan sayur dan bila agak lembut, masukkan mee kuning untuk satu orang makan.

4. Masukkan kedalam mangkuk leper, telur letak diatas, taburkan daun sup & daun bawang, jika suka.

5. Hidangkan.


Kemudian, cara hidang tu, setakat satu family bolehlah nak masak telur tu sesatu. Kalau ramai macam jemputan saya tu, saya masukkan 10 biji telur.

Cara dia macam ni. Sediakan 1 mangkuk kecil. Pecahkan 1 biji telur. Masukkan perlahan-lahan ke dalam periuk kuah. Api kena besar supaya telur kuning tu terus masak. Kacau perlahan supaya telur putih pecah TETAPI jaga telur kuning. Biarkan telur kuning tu keras.



CDT: https://saudah-salleh.blogspot.com/2014/08/resepi-mee-bandung-tanpa-pes.html