sekadar hiburan semata2
Dalam
budaya Jawa, weton adalah hitungan hari lahir seseorang yang digunakan
sebagai patokan untuk menunjuk ramalan tertentu. Cara menghitung weton
bisa dilihat berdasarkan hari dan pasaran, ada juga yang dihitung
berdasarkan bulan tahun kelahiran.
Kegunaan Weton

Perhitungan weton ini sangat penting bagi orang Jawa terutama saat akan melaksanakan suatu acara penting seperti pernikahan, pindah rumah, dan lain-lain.
Umumnya, weton digunakan untuk menentukan tanggal yang baik
untuk pelaksanaan acara tersebut menghindari hari yang dianggap membawa
peruntungan buruk. Selain itu, hitungan Jawa ini juga bisa untuk meramal
kecocokan pasangan.
Karena digunakan untuk menentukan keputusan penting, maka cara menghitung weton tidak bisa dilakukan sembarangan, Parents. Biasanya perhitungan weton diserahkan kepada orang yang dituakan dan dianggap memiliki cukup ilmu untuk melakukannya.
Kalender jawa terdiri dari 7 hari yang diadaptasi dari kalender
Islam ditambah dengan 5 hari pasaran jawa. Di sini, weton yang
menerangkan hari kelahiran merupakan gabungan dari hari kalender Islam
dengan 5 hari pasaran jawa.
Cara Menghitung Weton dengan Neptu Hari dan Pasaran Jawa

Cara menghitung weton yang pertama adalah dengan menggunakan neptu hari dan pasaran Jawa. Parents dapat
melihat tabel berisi hari dan pasaran berikut nilainya seperti di bawah
ini untuk menghitung weton berdasarkan hitungan Jawa sebagai berikut:
| Hari |
Nilai |
Pasaran |
Nilai |
| Minggu |
5 |
Wage |
4 |
| Senin |
4 |
Kliwon |
8 |
| Selasa |
3 |
Legi |
5 |
| Rabu |
7 |
Pahing |
9 |
| Kamis |
8 |
Pon |
7 |
| Jumat |
6 |
|
|
| Sabtu |
9 |
|
|
Pada tabel hitungan Jawa tersebut, dapat dilihat bahwa
masing-masing hari dan pasaran mempunyai nilai yang berbeda-beda. Dalam
hal ini, cara menghitung weton bisa dilakukan dengan menjumlahkan nilai
dari hari dan pasaran yang dimiliki orang, pada weton kelahirannya.
Sebagai contoh, jika Parents mempunyai
tanggal lahir pada hari Sabtu Kliwon artinya weton Anda adalah Sabtu
Kliwon. Untuk menghitung wetonnya, jumlahkan nilai 9 dari hari Sabtu dan
nilai 8 dari pasaran Kliwon. Sehingga 9 + 8 = 17. Maka neptu weton
seseorang yang lahir pada Sabtu Kliwon adalah 17.
Cara ini bisa digunakan untuk mengetahui watak seseorang, menghitung keberuntungan, menghitung kecocokan pasangan, hingga meraih kesuksesan.
Cara Menghitung Weton dengan Neptu Bulan dan Tahun Jawa

Cara hitungan yang kedua yakni berdasar pada bulan dan tahun
Jawa. Berbeda dengan cara pertama, neptu bulan dan tahun biasanya
digunakan untuk memperkirakan musim tanam, musim hujan, musim kemarau,
hama penyakit pada tanaman, jumlah panen, tangkapan ikan, dan lain
sebagainya.
12 nama bulan pada kalender Jawa tidak jauh berbeda dengan
bulan kalender Islam. Sedangkan nama-nama tahun pada kalender jawa
terdiri dari 8 jenis. Dalam hal ini, kalender jawa mengenal pergantian
tahun yaitu setiap sewindu sekali. Dengan begitu, setiap 8 tahun sekali,
nama tahun pada kalender jawa akan berubah, sesuai dengan urutannya.
Mulai dari Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakhir.
Untuk lebih jelasnya, Parents dapat melihat tabel hitungan Jawa lainnya di bawah ini;
| Bulan |
Nilai |
Tahun |
Nilai |
| Suro |
7 |
Alip |
1 |
| Sapar |
2 |
Ehe |
5 |
| Mulud |
3 |
Jimawal |
3 |
| Bakda Mulud |
5 |
Je |
7 |
| Jumadil Awal |
6 |
Dal |
4 |
| Jumadil Akhir |
1 |
Be |
2 |
| Rejeb |
2 |
Wawu |
6 |
| Ruwah |
4 |
Jimakhir |
3 |
| Pasa (Puasa) |
5 |
|
|
| Sawal |
7 |
|
|
| Dulkangidah (Sela) |
1 |
|
|
| Dulkahijah (Besar) |
3 |
|
|
Sebagia contoh, cara menghitung weton dengan neptu bulan dan
tahun jawa pada seseorang yang lahir di bulan Ruwah dan tahun Wawu. Maka
tinggal dijumlahkan nilai 4 pada bulan Ruwah dan 6 pada tahun Wawu.
Sehingga akan didapatkan angka 10 sebagai hasil akhir
penjumlahannya. Angka inilah yang menjadi weton berdasarkan cara
menghitung weton neptu bulan dan tahun Jawa.
Cara Menghitung Weton untuk Kecocokan Pasangan Suami Istri

Setelah tahu neptu hari lahir dan pasaran Anda dan pasangan, jumlahkan neptu hari dan pasaran masing-masing.
Misalnya, Ayah lahir pada Selasa Legi maka penghitungannya 3 + 5
= 8. Sedangkan Bunda lahir pada Jumat Kliwon, maka penghitungannya 6 + 8
= 14. Selanjutnya, jumlahkan neptu keduanya, berarti penjumlahannya 8 +
14 = 22.
Hasilnya bisa dicocokkan pada daftar berikut;
1. Pegat (1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)

Menurut hasil hitungan Jawa ini, pasangan dengan karakter pegat
ini cenderung mengalami berbagai macam permasalahan dalam rumah tangga.
Mulai dari masalah ekonomi, kekuasaan, hingga masalah yang remeh
sekalipun.
2. Ratu (2, 11, 20, 29)

Weton Ratu menunjukkan pasangan yang sangat harmonis. Tak heran
jika banyak orang yang segan, menghormati, bahkan iri dengan pasangan
ini.
3. Jodoh (3, 12, 21, 30)

Kalau hasil hitungan Jawa adalah weton jodoh, maka Anda
termasuk pasangan yang sering dibilang ‘sudah jodohnya’. Hal ini karena,
hasil weton ini dipercaya cocok dan harmonis serta bisa menerima
kelebihan dan kekurangan masing-masing.
4. Topo (4, 13, 22, 31)

Karakter pasangan topo artinya akan mengalami banyak kesusahan
di awal pernikahan karena masih dalam tahap proses memahami satu sama
lain. Tapi berbagai kesusahan ini akan berujung pada kebahagiaan.
5. Tinari (5, 14, 23, 32)

Weton tinari melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Pasangan tinari mendapatkan kehidupan yang mudah.
6. Padu (6, 15, 24, 33)

Padu dalam bahasa Jawa artinya bertengkar. Pasangan dengan
weton ini cenderung sering mengalami pertengkaran yang dipicu banyak hal
bahkan persoalan sepele. Meski demikian, tidak akan menimbulkan
kekacauan yang besar.
7. Sujanan (7, 16, 25, 34)

Sayang sekali, pasangan berweton sujanan dapat sering mengalami pertengkaran dan masalah perselingkuhan.
8. Pesthi (8, 17, 26, 35)

Umumnya, pasangan dengan hasil hitangan weton Jawa pesthi akan
rukun, tenteram, dan damai. Meskipun nanti ada masalah yang menerpa,
pasangan ini dinilai akan tetap harmonis dan bahagia.
***
Itulah informasi cara menghitung weton menurut hitungan Jawa dan
maknanya bagi kecocokan pasangan suami istri. Semoga bermanfaat!
Sumber: Merdeka