12 April 2022

20 July 2018

Penjelasan Lengkap Tentang Haji IFRAD Haji QIRAN dan Haji TAMATTUHAJI IFRAD

Yaitu Melaksanakan secara terpisah antara haji dan umrah, dimana masing-masing dikerjakan tersendiri, dalam waktu berbeda tetapi tetap dilakukan dalam satu musim haji. Pelaksanaan ibadah Haji dilakukan terlebih dahulu selanjutnya melakukan Umrah dalam satu musim haji atau waktu haji.
Dibatas miqat sebelum memasuki Mekah jemaah haji harus sudah memakai pakaian ihram serta niat untuk melaksanakan “Ibadah Haji” sekaligus “Ibadah Umrah”. Jama’ah harus tetap berpakaian ihram sampai selesai melaksanakan kedua ibadah tersebut yaitu sejak tiba di Mekah sampai lepas hari Arafah 9 Zulhijah. Selama memakai pakaian ihram segala larangan harus ditaati  dan jema’ah yang memilih haji ifrad disunatkan melakukan Tawaf Qudum, yaitu tawaf sunat saat baru tiba di Mekah. Haji Ifrad memang paling berat tetapi juga paling tinggi kualitasnya karena itu yang melaksanakan Haji Ifrad tidak dikenakan Dam atau denda
PELAKSANAAN HAJI IFRAD
MIQAT ditanah air. Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :
  • Memotong Kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian ihram.
MIQAT di Saudi. Jama’ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati “Hari Arafah” 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut :
  • Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
  • Berniat Haji : Labbaika Allahumma’ Hajjan.
  • Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca “Talbiah”
Tiba di Mekah jama’ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema’ah melakukan kegiatan sebagai berikut :
  • Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).
  • Setelah Tawaf boleh langsung Sa’i tetapi tidak boleh tahallul karena Jema’ah haji ifrad boleh tahallul nanti setelah Tawaf dan Sa’i haji dilaksanakan.
PELAKSANAAN UMRAH IFRAD
Setelah melaksanakan “Ibadah Haji“jema’ah harus bersiap lagi untuk melaksanakan “Ibadah Umrah“. Persiapan ihram dilakukan dipenginapan di Mekah, dan Miqatnya di Tan’im atau Ji’ranah. Rincian Ibadah Umrah untuk Haji Ifrad adalah sebagai berikut :
  1. Melakukan persiapan ihram.
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memotong Kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Memakai wangi-wangian.
     2.   Memakai pakaian ihram, berangkat ke batas Miqat di Tan’im atau Ji’ranah. Disini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut ;
  • Shalat sunat ihram 2 rakaat.
  • Melafazkan niat umrah : (Labbaika Allahuma Umratan).
  • Berangkat ke Mekah dan dalam perjalanan membaca Talbiyah sebanyak-banyaknya.
    3.   Di Mekah jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut.
  • Tawaf Umrah
  • Melaksanakan Sa’i
  • Tahallul
Dengan selesainya pelaksanaan ibadah Umrah ini, selesai pulalah seluruh rangkaian pelaksanaan Haji Ifrad.
WAKTU PELAKSANAAN HAJI IFRAD DIANTARANYA :
  1. Tanggal 8 Dzulhijah (pagi), Dari mekah berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.
  2. Tanggal 8 Dzulhijah (Siang-malam), Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan Rasullulah Shallallahu ‘Alaihi waSallam.
  3. Tanggal 9 Dzulhijah (pagi), Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit atau setelah shalat Subuh.
  4. Tanggal 9 Dzulhijah (siang-sore),
  • Berdo’a, zikir, tasbih sambil menunggu waktu wukuf (pada tengah hari).
  • Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar (zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat) dilaksanakan pada waktu zuhur
  • Setelah shalat laksanakan wukuf dengan berdo’a, zikir, talbiyah, istiqfar terus menerus setengah hari sampai waktu Maqrib.
     5.   Tanggal 9 Dzulhijah (sore-malam), Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat Maqrib dilaksanakan di Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya seperti yang dilakukan Rasulullah.
     6.   Tanggal 9 Dzulhijah (malam),
  • Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta’khir.
  • Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah, paling kurang sampai lewat tengah malam. sambil mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah Aqabah.
  • Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk melontar “Jumrah Aqabah” besok pagi.
  • Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah
     7.   Tanggal 10 Dzulhijah,
  • Melontar Jumrah Aqabah 7 kali.
  • Tahallul awal.
  • Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan tawaf ifadah, Sa’i dan disunatkan tahallul Qubra.
  • Harus sudah berada kembali di Mina sebelum Magrib.
  • Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat tengah malam.
     8.   Tanggal 11 Dzulhijah,
  • Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing – masing 7 kali.
  • Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum Maqrib sampai lewat tengah malam.
     9.   Tanggal 12 Dzulhijah,
  • Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah waktu subuh masing – masing 7 kali.
  • Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum maqrib ,lanjutkan dengan tawaf ifadah dan Sa’i serta Tahallul Qubra bagi yang belum.
  • Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina.
   10.   Tanggal 13 Dzulhijah (pagi), Bagi yang Nafar Tsani :
  • Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing-masing 7 kali
   11.  Tanggal 13 Dzulhijah (siang-malam),
  • Tawaf ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa’i sesudah tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu Sa’i langsung saja melakukan Tahallul.
  • Ibadah Haji selesai.
HAJI QIRAN
Yaitu Melaksanakan Ibadah  Haji dan Umrah secara bersamaan, dengan demikian prosesi tawaf, Sa’i dan tahallul untuk Haji dan Umrah dilakukan satu kali atau sekaligus. Karena kemudahan itulah Jema’ah dikenakan “Dam” atau denda. yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. Bagi yang melaksanakan Haji Qiran disunnatkan melakukan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah.
Miqat bagi jema’ah yang berada di Madinah ialah Bir Ali (Zulhulaifah). Sedangkan bagi jema’ah yang sudah berada di Mekah miqatnya dapat dilakukan di Tan’im atau Ji’ranah. yang datang ke Mekah pada hari yang mepet ke tanggal 9 Zulhijah, Miqatnya dapat dilakukan diatas pesawat saat melintas daerah miqat.
PELAKSANAAN HAJI QIRAN
MIQAT ditanah air. Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :
  • Memotong Kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian ihram.
MIQAT di Saudi. Jama’ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati “Hari Arafah” 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut :
  • Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
  • Berniat Haji : Labbaika Allahumma’ Hajjan.
  • Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca “Talbiah”
Tiba di Mekah jama’ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema’ah melakukan kegiatan sebagai berikut :
  • Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).
  • Boleh langsung Sa’i Setelah Tawaf Qudum, atau boleh juga sesudah tawaf Ifadah.
  • Jika melakukan Sa’i tidak boleh langsung bertahallul, sampai selesai seluruh kegiatan Ibadah Haji.
Sesudah tawaf Qudum dan Sa’i jama’ah menunggu waktu pelaksanaan haji yang dimulai tanggal 8 Zulhijah. Dalam waktu menunggu pelaksanaan haji itu, jama’ah Haji Qiran harus tetap mengenakan pakaian Ihram, dan mematuhi semua larangan yang berkenaan dengan ihram.
WAKTU PELAKSANAAN HAJI QIRAN
  1. Tanggal 8 Dzulhijah (pagi), Dari mekah berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.
  2. Tanggal 8 Dzulhijah (Siang-malam), Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan Rasullulah Shallallahu ‘Alaihi waSallam.
  3. Tanggal 9 Dzulhijah (pagi), Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit atau setelah shalat Subuh.
  4. Tanggal 9 Dzulhijah (siang-sore),
  • Berdo’a, zikir, tasbih sambil menunggu waktu wukuf (pada tengah hari).
  • Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar (zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat) dilaksanakan pada waktu zuhur
  • Setelah shalat laksanakan wukuf dengan berdo’a, zikir, talbiyah, istiqfar terus menerus setengah hari sampai waktu Maqrib.
     5.   Tanggal 9 Dzulhijah (sore-malam), Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat   Maqrib dilaksanakan di Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya seperti yang dilakukan Rasulullah.
     6.   Tanggal 9 Dzulhijah (malam),
  • Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta’khir.
  • Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah, paling kurang sampai lewat tengah malam. sambil mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah Aqabah.
  • Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk melontar “Jumrah Aqabah” besaok pagi.
  • Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah
    7.   Tanggal 10 Dzulhijah,
  • Melontar Jumrah Aqabah 7 kali.
  • Tahallul awal.
  • Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan tawaf ifadah, Sa’i dan disunatkan tahallul Qubra.
  • Harus sudah berada kembali di Mina sebelum Magrib.
  • Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat tengah malam.
    8.   Tanggal 11 Dzulhijah,
  • Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing – masing 7 kali.
  • Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum Maqrib sampai lewat tengah malam.
    9.   Tanggal 12 Dzulhijah,
  • Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah waktu subuh masing – masing 7 kali.
  • Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum maqrib ,lanjutkan dengan tawaf ifadah dan Sa’i serta Tahallul Qubra bagi yang belum.
  • Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina.
  10.    Tanggal 13 Dzulhijah (pagi), Bagi yang Nafar Tsani :
  • Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing-masing 7 kali
  11.    Tanggal 13 Dzulhijah (siang-malam),
  • Tawaf ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa’i sesudah tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu Sa’i langsung saja melakukan Tahallul.
  • Ibadah Haji dan umrah selesai
HAJI TAMATTU
Tamattu artinya bersenang-senang adalah  melaksanakan Ibadah  Umrah terlebih dahulu dan setelah itu baru melakukan Ibadah Haji. setelah selesai melaksanakan Ibadah Umran yaitu : Ihram, tawaf, Sa’i jamaah boleh langsung tahallul, sehingga jama’ah sudah bisa melepas ihramnya. selanjutnya jama’ah tinggal menunggu tanggal 8 Zulhijah untuk memakai pakaian Ihram kembali dan berpantangan lagi untuk melaksanakan Ibadah Haji. Karena kemudahan itulah Jema’ah dikenakan “Dam” atau denda. yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. 3 hari di Tanah Suci, 7 hari di Tanah Air.
Bagi jema’ah yang lebih awal berada di Madinah persiapan ihramnya dilaksanakan di Madinah sedangkan Miqatnya dilakukan di  Bir Ali (Zulhulaifah) di jalan raya menuju Mekah sekitar 12 KM dari kota Madinah.  Sedangkan bagi jema’ah yang datang belakangan dan langsung ke Mekah miqatnya dapat dilakukan di pesawat udara saat melintas batas miqat. Persiapan Ihram untuk ibadah Umrah sebaiknya dilakukan di tanah air sebelum berangkat.
PELAKSANAAN IBADAH UMRAH HAJI TAMATTU
Bagi Jama’ah haji yang baru berangkat ataupun telah sampai dapat melakukan niat dan melaksanakan tertib haji sebagai berikut :
Persiapan Ihram :
  • Memotong Kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian ihram.
MIQAT di Saudi. (Bir Ali, Rabiqh, Zatu Irqin, Qarnul Manazil dan Yalamlam) Ditempat Miqat ini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut :
  • Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
  • Berniat Haji : Labbaika Allahumma’ Umratan
  • Diperjalanan ke Mekah membaca “Talbiah” sebanyak-banyaknya.
Tiba di Mekah jama’ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema’ah melakukan kegiatan sebagai berikut :
  • Umrah (Tawaf , Sa’i).
  • atau Tawaf saja 7 kali keliling.
Apabila rangkaian ibadah tersebut sudah dilaksanakan, maka selesailah pelaksanaan ibadah Umrah. Jama’ah sudah boleh mengganti pakaian Ihram dengan pakaian biasa, sambil menunggu saatnya pelaksanaan ibadah Haji 8 Zulhijah. Jama’ah Haji Tamattu sudah boleh nelakukan apa saja yang terlarang selama Ihram.
PELAKSANAAN IBADAH HAJI TAMATTU
Ibadah Haji dimulai dengan memakai pakaian dan niat Ihram pada tanggal 8 Zulhijah. Persiapan Ihram dilakukan di tempat penginapan Mekah, sedangkan shalat sunat dan niat Ihramnya bisa dilakukan di rumah atau Masjidil Haram. Niatnya : Labbaika Allahumma’ Hajjan.
  1. Tanggal 8 Dzulhijah (pagi), Dari mekah berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.
  2. Tanggal 8 Dzulhijah (Siang-malam), Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan Rasullulah SAW.
  3. Tanggal 9 Dzulhijah (pagi), Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit atau setelah shalat Subuh.
  4. Tanggal 9 Dzulhijah (siang-sore),
  • Berdo’a, zikir, tasbih sambil menunggu waktu wukuf (pada tengah hari).
  • Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar (zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat) dilaksanakan pada waktu zuhur
  • Setelah shalat laksanakan wukuf dengan berdo’a, zikir, talbiyah, istiqfar terus menerus setengah hari sampai waktu Maqrib.
     5.   Tanggal 9 Dzulhijah (sore-malam), Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat  Maqrib dilaksanakan di Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya seperti yang dilakukan Rasulullah.
     6.   Tanggal 9 Dzulhijah (malam),
  • Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta’khir.
  • Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah, paling kurang sampai lewat tengah malam. sambil mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah Aqabah.
  • Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk melontar “Jumrah Aqabah” besaok pagi.
  • Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah
     7.   Tanggal 10 Dzulhijah,
  • Melontar Jumrah Aqabah 7 kali.
  • Tahallul awal.
  • Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan tawaf ifadah, Sa’i dan disunatkan tahallul Qubra.
  • Harus sudah berada kembali di Mina sebelum Magrib.
  • Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat tengah malam.
     8.   Tanggal 11 Dzulhijah,
  • Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing – masing 7 kali.
  • Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum Maqrib sampai lewat tengah malam.
      9.   Tanggal 12 Dzulhijah,
  • Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah waktu subuh masing – masing 7 kali.
  • Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum maqrib ,lanjutkan dengan tawaf ifadah dan Sa’i serta Tahallul Qubra bagi yang belum.
  • Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina.
10. Tanggal 13 Dzulhijah (pagi), Bagi yang Nafar Tsani :
  • Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing-masing 7 kali
  • Kembali ke Mekah
11. Tanggal 13 Dzulhijah (siang-malam),
  • Tawaf ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra bagi yang belum.
  • Bagi yang sudah melakukan Sa’i sesudah tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu Sa’i langsung saja melakukan Tahallul.
  • Ibadah Haji Selesai.
SUMBER : audiohaji

19 July 2018

Hibah Bersyarat : Akta Perkhidmatan Kewangan Islam (IFSA) 2013, Jadual 10

Assalamualaikum dan selamat sejahtera.

Soal pengurusan kewangan hari ini lebih meluas dibincangkan, samada di laman sosial, media massa dan pelbagai ‘channel’ lain.

Hari ini juga, boleh dikatakan ada ramai ejen Takaful menggunakan konsep Hibah Bersyarat – sebagai instrumen yang terbaik menguruskan harta sesudah mati, dengan mencadangkan ianya sebagai ‘quick cash access’ atau kata lain, keluarga senang mendapat dana untuk meneruskan kehidupan.

Dalam blog ini juga, banyak juga coretan mengenai apa itu Hibah Bersyarat, perbezaan Penama Wasi, akibat sijil takaful tanpa nama penama dan banyak lagi. (Boleh klik link di bawah ini) 

Hibah Takaful : Enam Coretan

Walaupun Hibah Bersyarat ini telah wujud sejak tahun 2013 lagi melalui pengenalan Akta Perkhidmatan Kewangan Islam 2013 [Islamic Financial Services Act (IFSA) 2013), boleh dikatakan hari ini telah menjadi tarikan kenapa masyarakat hari ini perlu memilih Takaful sebagai salah satu instrumen pengurusan harta sesudah meninggal dunia kelak.


Akta Perkhidmatan Kewangan Islam 2013 : Gabungan Empat Akta

IFSA 2013 ini adalah gabungan empat akta berasingan yang mengawal selia sektor kewangan Islam, iaitu
  • IBA 1983,
  • Akta Taka­ful 1984 (TA 1984)
  • Akta Sistem Pembayaran 2003 (PSA 2003)
  • Akta Kawalan Pertukaran Wang 1953 (ECA 1953)

Dengan penguatkuasaan IFSA 2013 ini maka keempat-empat akta di atas telah tamat perkhidmatan mereka. Pada tarikh yang sama;
  • Akta Perbankan dan Institusi Kewangan 1989 (BAFIA 1989)
  • Akta Insurans 1996 (IA 1996)
  • PSA 2003
  • ECA 1953;

juga telah digabungkan menjadi Akta Perkhidmatan Kewangan 2013 (FSA 2013). Untuk makluman, IFSA 2013 ini adalah akta rujukan para industri kewangan Islam dalam mengawal selia industri kewangan Islam dan takaful.

Objektif utama IFSA 2013 adalah untuk memelihara kestabilan kewangan dengan membolehkan tindakan diambil oleh Bank Negara Malaysia (BNM) dalam melaksanakan kuasa dan fungsi di bawah akta ini serta dapat mengawal selia perniagaan kewangan. Di samping itu juga, akta ini fokus terhadap pematuhan dan tadbir urus syariah dalam sektor kewangan Islam.

Secara khususnya, IFSA menyediakan rangka kerja undang-undang menyeluruh, yang selaras sepenuhnya dengan kehendak syariah dalam semua aspek pengawalan dan penyeliaan, daripada pelesenan hingga pembubaran sesebuah institusi.

Antara fungsi penting IFSA 2013 termasuk penumpuan terhadap langkah-langkah pencegahan awal untuk menangani isu yang berbangkit dalam institusi kewangan yang mungkin menimbulkan masalah atau isu negatif kepada kepentingan para pendeposit, pelabur dan pemegang polisi, serta keberkesanan dan kecekapan fungsi pengantara kewangan.


Sumber: Utusan Malaysia

Hibah Bersyarat : Jadual 10 (Schedule 10)


Pelbagai persoalan mengenai apakah itu Hibah Bersyarat. Terus terang, ada juga menidakkan tentang Hibah Bersyarat mengatakan ianya adalah gimik ejen-ejen Takaful. Malah, ada berpendapat adanya Hibah Bersyarat ini seolah-olah menunjukkan bahawa Faraid itu tidak bagus.

Faraid adalah tunjang utama dalam pembahagian harta pusaka. Instrumen-instrumen lain, contohnya, hibah bersyarat ini, wasiat (jika dibuat), penama wasi adalah alternatif lain.

Apakah kandungan dalam Jadual 10 (Schedule 10) Akta Perkhidmatan Kewangan Islam ini?



Muka hadapan Akta Pekhidmatan Kewangan Islam 2013 tarikh persetujuan Diraja dan tarikh diwartakan.



Fokus dalam akta ini berkaitan Hibah Bersyarat adalah Jadual 10 iaitu Pembayaran Manfaat Takaful di bawah Sijil Takaful Keluarga dan Sijil Takaful Kemalangan Kemalangan Diri.



Pemakaian Jadual di mana menerangkan terperinci tentang pembayaran manfaat takaful.



Perenggan dua, menerangkan terperinci bahawa siapa yang boleh membuat penama iaitu peserta takaful mencapai umur enam belas tahun. Di sini telah wujud dua cara penerimaan manfaat takaful (1) sebagai wasi dan (2) sebagai benefisiari di bawah hibah bersyarat.

Jika hendak meletakkan penama, perlu lah ditulis maklumat penting seperti nama, tarikh lahir, nombor kad pengenalan. Disebabkan itu, ada syarikat takaful meminta salinan kad pengenalan untuk lebih sahih tentang penama.

Sebaik-baiknya, penamaan perlu dibuat sejurus anda memohon takaful. Boleh juga selepas anda mendapat sijil takaful dan sebelum kematian.



Pemilihan dalam borang penamaan, perlulah jelas samada melalui (1) wasi atau (2) benefisiari di bawah hibah bersyarat. Sebagai contoh, anda boleh ke sini melihat salah satu contoh borang penamaan (saya mengambil contoh borang penama Prudential BSN Takaful Berhad) – KLIK.



Di sini menerangkan dengan jelas bahawa jika penama itu di bawah hibah bersyarat, manfaat takaful tidak menjadi sebahagian daripada harta pusaka atau tertakluk kepada hutangnya.



Berlainan di sini pula, jika penerimaan manfaat takaful sebagai seorang wasi, penama hendaklah membahagikan manfaat takaful itu menggunakan undang-undang terpakai. Sudah pasti, ianya terpakai bagi pentadbiran harta pusaka.



Perenggan lapan (8) pula menerangkan implikasi jika sijil takaful tidak mempunyai penama, iaitu pembayaran manfaat takaful itu akan diserahkan kepada wasi atau pentadbir harta pusakanya yang sah.



Akta terbabit untuk sijil takaful yang tidak mempunyai penama, iaitu Akta Probet dan Pentadbiran 1959 (Akta 97).



Perenggan sembilan (9) memberitahu dengan jelas jika ingin meletakkan penama yang berumur belum mencapai 18 tahun keatas. Ada ibu atau bapa sekeras-kerasnya, mahu meletakkan penama kepada anak-anak. Ini adalah implikasinya – pembayaran manfaat takaful dibayar ke Amanah Raya (atau syarikat pemegang amanah lain).

Maksud lain, manfaat tersebut hanya boleh dituntut apabila anak mencapai umur 18 tahun.



Tanggungjawab pengendali takaful, memastikan pembayaran manfaat takaful perlulah dibayar dalam masa enam puluh hari (60) hari daripada tarikh membuat tuntutan.



Perenggan tiga belas (13) adalah membicarakan tentang kesan dan kuat kuasa penuh tentang penamaan sijil takaful. Pada sebelah nombor 13, ada tertulis; Jadul ini mengatasi sijil takaful dan mana-mana undang-undang bertulis lain.

Sukacitanya saya ingin memaklumkan, hibah bersyarat ada kedudukannya sendiri dalam akta ini. Tidak boleh mengatakan bahawa hibah bersyarat lebih baik daripada sistem faraid.

Faraid adalah tunjang utama dalam pengurusan harta pusaka. Soalnya hari ini, pengurusan pusaka memakan masa yang panjang dan memerlukan kos-kos tersendiri (contoh: kos guaman). Hibah bersyarat dalam sijil takaful, adalah ‘quick access cash’ untuk menampung perbelanjaan harian sebelum harta pusaka lain selamat di bahagi-bahagikan.

Adib Yazid.

Sumber kredit : https://adibyazid.com/2016/09/13/hibah-bersyarat-akta-perkhidmatan-kewangan-islam-ifsa2013-jadual-10/ 
 

18 July 2018

Doa Sakit Gigi dan Sakit Gusi


Doa Sakit Gigi dan Sakit Gusi yang Mujarab dari Rasulullah, Yang Sakit Gigi Boleh Amalkan, InsyaAllah


April 2, 2018 admin Islamik, Kesihatan, Petua 0

Memang, sebagai manusia haruslah memahami bagaimana cara untuk menjaga kesihatan. kerana mencegah lebih baik daripada mengubati , untuk itulah kita sebagai manusia harus paham betul tentang makna kesihatan.

Sihat Dalam Islam

Di dalam Islam sendiri, Sihat tak lain dan tak bukan berhubungan dengan kebersihan, dan hal tersebut merupakan sebagian dari iman. Sehingga seseorang dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan juga kesehatan agar mendapat ridha Allah SWT.

Rasulullah SAW pun gemar menjaga kesehatan, salah satunya adalah beliau melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga.

Nabi saw. bersabda, “Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang baik dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Abu Darda berkata, “Ya Rasulullah, jika saya sembuh da­ri sakit saya dan bersyukur karenanya, apakah itu lebih baik daripada saya sakit dan menanggungnya dengan sabar?”

Nabi saw menjawab, “Sesungguhnya Rasul mencintai kesehatan sama seperti engkau juga menyenanginya.”



Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda:

‘Barangsiapa bangun di pagi hari dengan badan sehat dan jiwa sehat pula, dan rezekinya dijamin, maka dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya.”

Di antara ucapan-ucapan bijaksana Nabi Dawud as adalah sebagai berikut, “Kesehatan adalah kerajaan yang tersembunyi.” Juga. “Kesedihan sesaat membuat orang lebih tua satu tahun.”

Juga, “Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang yang schat, yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang sakit.” Dan juga, “Kesehatan adalah harta karun yang tak terlihat.”

MasyaAllah, sungguhlah banyak makna kesehatan dalam kehidupan ini. Akan tetapi menjadi pertanyaan bagaimana jika sedang mengalami kesakitan seperti misalnya sakit gigi?

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membaca doa sakit gigi supaya cepat sembuh.

Doa Ketika Sakit Gigi


Ketahuilah bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, salah satunya adalah dengan berdoa dengan sungguh-sungguh layaknya bacaan doa sakit gigi sesuai sunnah berikut ini. Rasulullah menganjurkan untuk membaca doa berikut ini:

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ. ثَلاَثًا. وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ


“Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu bacalah “A’uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru” (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan)” (HR. Muslim)

Dalam Syarah Hisnul Muslim disebutkan asbabul wurud hadits ini.Suatu hari ada seornag sahabat Nabi SAW yang datang mengeluhkan sakit pada anggota tubuhnya.

Ia bernama Utsman bin Al Ash r.a. yang merasakan sakit sejak ia masuk islam. Lalu Rasulullah mengajarkan doa dan cara tersebut: 


  • Letakkan tangan pada tempat yang sakit
  • Baca bismillah tiga kali
  • Baca doa ini tujuh kali:

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan.



Itulah doa amalan menyembuhkan gigi berlubang dan ngilu pada gusi. Selain membaca doa di atas, ada baiknya untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter secara berkala.

Ketika di rumah juga rajinlah untuk menggosok gigi sesuai waktu yang dianjurkan, yakni setelah makan, sebelum tidur, dan sebagainya.

Pun bisa dengan membaca doa doa sakit gigi latin dan arab yang telah diulas tersebut. Sehingga kesehatan bisa terjaga dan tak mengganggu aktifitas sehari-hari.

Pastinya tak ingin kan kalau pekerjaan terhambat hanya karena ngilu pada gigi?

Oleh karena itulah, pahami dan ajarkan doa sakit gigi untuk anak, saudara, dan juga keluarga agar terbebas dari rasa tak nyaman yang mendera.

Semoga bermanfaat.

Bertafakur

Wahai diri....
Ada baiknya jika kita dapat meluangkan masa bersendirian dengan diri kita sendiri untuk beberapa jam atau beberapa hari, bagi mengimbau kembali perjalanan hidup yang telah berlalu dan menjadikannya PENGAJARAN untuk meneruskan sisa-sisa hidup kita yang makin sedikit berbaki ini.

Sebaiknya, kita bersendirian seketika. Pergi berpeleseran dengan ALAM sambil BERTAFAKUR merenung hal DIRI dengan menanam semangat dan azam :

1. Naikkan makam DIRIMU YANG TERPUJI seperti yang telah engkau janjikan. Naikkan darjat dirimu sendiri ke makam yang lebih terpuji, dari darjat bodoh ke darjat kenal, dari darjat malas ke darjat rajin, dari darjat hina ke darjat mulia, dari darjat sakit ke darjat sihat, dari darjat ego ke darjat Ihsan. Keluar dari menjadi diri BIASA yang  banyak orang ada, kepada menjadi diri LUAR BIASA yang hanya SATU orang yang ada. Satu diri yang luar biasa itu adalah diri kita sendiri ! Orang itu adalah Engkau !

2. Bertuturlah dengan semua makhluk dengan bahasa HATI yang saling menghormati dan bermotivasi, bukan dengan bahasa LIDAH yang memaki dan tinggi diri.

3. Belajar untuk lebih mengenali realiti DIRI kita sendiri kerana jasad kita makin lemah, umur makin pendek.  Tiada lagi alasan. Kurang cakap, lebih bertindak. Jadi manusia yang paling hebat pada diri kita sendiri. Bukan lagi sekadar menanam angan-angan.

4. Praktiskan IKHLAS dalam  melakukan segala sesuatu tanpa mengharap apa jua balasan termasuk mengharapkan ucapan terima kasih.  Jadi manusia yang paling IHSAN dipersekitaran kita. Praktis membantu makhluk, tanpa orang lain tau. Saling menerima maaf dan memaafkan.

Usia kita menjadi  lebih pendek pada setiap detik berlalu. Sama-samalah kita memanfaatkan sisa-sisa usia yang makin sedikit ini.
Semalam telah menjadi sejarah. Hari semalam telah menjadi Hari Ini. Tahun Depan telah bergelar Tahun Ini. Inilah PERATURAN kehidupan yang diciptakan. KEHIDUPAN itu BERUBAH ! Peraturan Kehidupan yang Berubah-Ubah inilah satu-satunya undang-undang alam yang KEKAL, yang tidak akan berubah! Soalnya, apakah perubahan itu kita dapat rasakan pada diri kita? Samada jawapannya Ya atau Tidak, hanya diri kita sendiri yang tahu.

Renung-renungkan jawapannya. Bertafakurlah seketika dengan masuk ke dalam sarung bernama JASAD yang menyelimuti DIRI ini.  Kusyuklah dengan membuang segala ingatan. Hanya dengan kusyuk,  barulah engkau bisa mendengar  Suara Jantung mu (suara hati). Jika engkau masih tidak dapat mendengarkannya, maka merayulah kepada Hakikat Pencipta untuk diperdengarkan Suara Jantung mu itu. Bersabarlah ! Barangkali engkau tidak mendengarkannya kerana sememangnya engkau tidak pernah INGAT pun untuk berhubung dengan DIRI mu sendiri sejak engkau dilahirkan.

Teruskan kekusyukan mu, meskipun engkau masih belum  mendengarkannya. Berbisiklah dengan DIRI mu sendiri sepuasnya. Andainya dalam bisikan itu engkau berdukacita,  kecewa atau marah atau cemburu, maka itu tandanya, engkau telah ada senjata. Dukacita, kecewa, marah dan cemburu itu adalah hal BURUK yang engkau perlu gunakan sebagai senjata perang bagi mendapatkan hal BAIK. Inilah peperangan kehidupan yang telah ditetapkan oleh Hakikat Pencipta. Untuk mendapatkan hal BAIK, engkau perlu kenal hal BURUK.

Latihlah dirimu mengenali hal BURUK ini. Keburukan itu berada di FIKIRAN mu.  Engkau harus ingat bahawa FIKIRAN itu amat bijaksana. Ia boleh jadi apa saja yang engkau fikirkan! Jika engkau fikirkan marah, ia menjadi amarah. Kau fikirkan dukacita, ia jadi nestapa.  Kau fikirkan cemburu, ia jadi celaka. Kau fikirkan tenang, ia jadi aman. Kau fikirkan Kasih, ia jadi Cinta. Kau fikirkan bahagia, ia jadi sejahtera. FIKIRAN itu tersangat licik lagi bijaksana. Ia menjadi apa saja yang engkau inginkan!

Kini, bila si FIKIRAN  itu datang kepadamu, engkau sudah tahu apa yang boleh engkau lakukan. DIRIMU sendiri  yang mencorakkan FIKIRAN  itu untuk menjadi BAIK atau BURUK.

Belajarlah mengenali Suara Jantung mu (suara hati), kerana dari jantung itulah lahirnya  getaran gelombang yang menzahirkan  perasaanmu. Ketahuilah, perasaan itu adalah ba-ha-sa Roh. Engkau adalah bang-sa Roh yang berkomunikasi dengan bahasa perasaan. Sesungguhnya, jika engkau berada di persimpangan dalam membuat keputusan, maka ikutlah Suara Jantungmu. Suara Jantung yang benar-benar menggetarkan perasanmu.  Namun jangan pula kau tinggalkan AKAL, kerana akal itu sentiasa membawa si-FIKIRAN  yang  licik lagi bijaksana itu. Gunakan akal sekadar untuk menimbang, namun kata putusnya adalah pada SUARA JANTUNG (hati)  mu !  Sesungguhnya, keseimbangan antara AKAL dan JANTUNG  itu adalah sangat perlu.

Bila engkau telah belajar memahami  erti keseimbangan ini, maka engkau akan menjadi lebih arif. Jika engkau dungu, engkau menjadi lebih tahu, dari tahu engkau menjadi cerdik, dari cerdik engkau pandai, dari pandai engkau bijak, dari bijak engkau arif, dari arif engkau KENAL.  Maka, belajarlah mengenali DIRIMU sendiri. Jangan kau harapkan guru mengajarkan mu. Guru hanya menunjukkan jalan, namun engkau sendiri yang harus melalui jalan yang ditunjukkannya itu. ENGKAU yang memahamkan DIRIMU sendiri. Kefahaman datang dari ENGKAU, bukan dari gurumu. Jangan sesekali engkau menerima kebenaran dari orang lain. Kebenaran orang lain, belum tentu benar bagi engkau dan kebenaran engkau belum tentu benar bagi orang lain. Maka bertanyalah, belajarlah, kajilah,  fikirlah, carilah kebenaranmu sendiri ! Engkau tahu engkau benar, bilamana engkau dapat merasakan GETARAN kebenaran itu di dalam perasaanmu. Engkau tahu engkau benar bila engkau lebih IKHLAS, lebih IHSAN dan lebih BERANI.

Dengarkan Suara Jantungmu (suara hati), percayakannya dan ikutlah. Jika engkau tidak percayakan DIRIMU, maka kepada siapa lagi yang engkau harapkan ?

DIRI kita ini adalah HEBAT dan sentiasa SEJAHTERA. Jika kita benar-benar YAKIN tentang HAKIKAT DIRI kita yang sebenarnya, DIRI ini akan subur berkembang infiniti. Dengarkan suara jantung (hati) bila kita bercakap. Fahamilah bahawa apa yang kita cakapkan itu adalah berdasarkan ruang-lingkup PENGALAMAN DIRI kita itu jua.

Kenapa ?

Kerana PENGALAMAN adalah lebih dulu wujud sebelum FIKIRAN. Tanpa pengalaman, AKAL tidak boleh memikirkan apa yang telah kita alami. Makanya, apa yang sedang kita cakapkan ini, adalah hal yang telah berlaku,cumanya kita terlupa sahaja. Terlupa berlaku, kerana kita hidup dalam RUANG. Bila ada ruang, akan ada masa. Bila ada masa, terlupa akan wujud, kerana terlupa adalah hal masa.  Bila tiada ruang, barulah peranan AKAL terbatal.

SEDANG BERLAKU

Semasa sesuatu SEDANG berlaku, segalanya berhenti. Kenapa ? Kerana hal yang SEDANG berlaku tidak mewujudkan ruang. Bila tidak ada ruang, masa tiada dan terbatal dengan sendirinya. SEDANG BERLAKU itu adalah hal SEKARANG yang tiada mula dan tiada akhir yang tidak tidak dapat diperjelaskan dengan penggunaan akal kerana ia adalah hal SAHLA (SEDANG ALAMI HAL LUAR AKAL). Semasa kita sedang melakukan sesuatu, kita sebenarnya sedang mengatakan kepada dunia bahawa, "Inilah caranya aku memperkenalkan DIRI aku". Inilah caranya aku mengenalkan PENGALAMANKU kepada DIRI KU sendiri.

BELAJAR SATE TAHU

Kita perlu belajar cara KENAL DIRI (makrifah) secara SATE TAHU dan SENTIASA BERHUBUNG (Solat Daim) dengan JIWA sendiri yang sedang berkata-kata tanpa suara dan perkataan ini (Qadim).

Kita tidak seharusnya membuta tuli percaya akan apa yang orang banyak perkatakan". Kita harus TENTU (Qada’) dan TETAPKAN (Qadar) kaedah KENAL DIRI (makrifat) kita sendiri untuk memahamkan bila kita boleh percaya dan bila kita perlu engkar dalam menerima sesuatu maklumat !

SEDAR

SEDAR bahawa jasad ini juga adalah DIRI yang sama yang sentiasa sedang bercakap dan berkata-kata dengan JIWA kita pada setiap waktu dan ketika. Jiwa ini ada aplikasi bernama PERASAAN (EMOSI) yang sering bergerak naik turun. Jika kita tahu mengawal applikasi ini, makanya ia akan memberi signal KEBENARAN kepada kita. Perasaan adalah bahasa tubuh yang sentiasa berkata benar. Namun, AKAL itu yang sentiasa akan menukarkan emosi kepada hal yang berbolak balik. Makanya kita perlu belajar KENAL (makrifah) jajahan takluk PERASAAN kita sendiri.

KENALKAH  APA YANG ENGKAU SEDAR ~
SEDARKAH APA YANG ENGKAU KENAL ?

KESEDARAN adalah hal SAHLA yang engkau tidak dapat jelaskan dengan penggunaan akal.

Untuk membincangkan hal KESEDARAN, engkau perlu SEDAR terlebih dahulu. Maksudnya, Diri Engkau yang dalam keadaan sedar itu perlu wujud terlebih dahulu sebelum engkau boleh membincangkan hal KESEDARAN. Jika engkau tidak sedar, bagaimana mungkin engkau boleh membincangkan hal kesedaran ini ?

Engkau perlu sedar yang engkau wujud, sebelum engkau dapat memperkatakan tentang hal kesedaran. Jika Engkau tidak wujud, bagaimana engkau dapat memperkatakannya ?

Engkau bisa saja mengatakan yang diri engkau tidak wujud dan yang wujud hanyalah Tuhan. Engkau bisa saja menegaskan tidak boleh ada 2 wujud. Hanya ada satu wujud, iaitu wujud Tuhan. Soalnya, bagaimana engkau tahu? Siapa yang memberitahu engkau ? Tuhan ? Guru engkau ? Diri engkau ? Atau, tahu engkau itu hanya sekadar dari pemberitahuan kitab-kita yang dipelajari dari para guru sebelumnya ?

Apapun, bukankah engkau perlu SEDAR terlebih dahulu sebelum engkau tahu siapa atau apa yang memberitahu ?

KESEDARAN

Samada kesedaran engkau itu adalah kesedaran murni, atau separuh murni atau tidak murni ianya bukan persoalan. Murni atau tidak, ianya tetap dikatakan kesedaran. Ia hanya istilah orang, untuk membedakan tahap kesedaran engkau dengan tahap kesedaran orang lain. Apapun, ia tetap kesedaran.

APAKAH YANG ENGKAU KENAL ?

Jika engkau sedang membaca tulisan ini melalui hand-phone, apakah yang engkau KENAL ? Engkau kenal sesuatu tentang hal hand-phone atau engkau kenal sesuatu tentang hal Diri Engkau ?

Bagaimana pula engkau tahu ?
Jika KENAL itu makrifah, maka makrifahkah engkau ?

TAKUT

Bila kita TAKUT, bila kita hanya menerima bulat-bulat akan SISTEM KEPERCAYAAN yang disogokkan kepada kita oleh orang-orang terdahulu melalui kitab-kitab, makanya DIRI ini akan memberikan signal ketakutan palsu yang menyebabkan kita takut melangkaui sistem kepercayaan yang dimomokkan kepada kita itu. Makanya, DIRI ini akan sentiasa berada dalam KETAKUTAN dan akan memikirkan HUKUMAN jika DIRI itu melangkaui batas yang telah ditetapkan.

Ketahuilah...

Ketakutan sebenarnya telah diprogramkan oleh AKAL itu sendiri mengikut acuan pengalaman.

Kita adalah apa yang kita fikirkan !

Diriku memohon ampun dan maaf atas segala salah dan silap dari semua para sahabat dan kenalan.

Maaf Batin dan Zahir !



https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=792544677802791&id=100011417981758

16 July 2018

Rahsia Warna Merah Kalimah “وليتلطف” Dalam Surah Al-Kahfi

“Dan demikianlah Kami bangkitkan mereka (dari tidurnya), supaya mereka bertanya-tanyaan sesama sendiri. Salah seorang di antaranya bertanya: ‘Berapa lama kamu tidur?’, sebahagian dari mereka menjawab: ‘Kita telah tidur selama sehari atau sebahagian dari sehari’.
Sebahagian lagi dari mereka berkata: ‘Tuhan kamu lebih mengetahui tentang lamanya kamu tidur; sekarang utuslah salah seorang dari kamu, membawa wang perak kamu ini ke bandar; kemudian biarlah dia mencari dan memilih mana-mana jenis makanan yang lebih baik lagi halal;
kemudian hendaklah ia membawa untuk kamu sedikit habuan daripadanya; dan hendaklah ia berlemah-lembut dengan besungguh-sungguh; dan janganlah dia melakukan sesuatu yang menyebabkan sesiapapun menyedari akan hal kamu.”
(Surah Al-Kahfi: 19)

Waktu zaman kanak-kanak dulu bila baca Quran, selalu wondering kenapa ada satu perkataan dalam Surah Al-Kahfi diwarnakan merah? (rujuk gambar).

Ada yang mengatakan, sejarah di sebalik perkataan ini dicetak merah adalah ketika Sayyidina Uthman bin Affan RA terbunuh, percikan darahnya mengenai mushaf Al-Quran tepat pada tulisan “وليتلطف”.
Maka kerana itu ia ditulis dengan warna merah untuk mengenang kematian Sayyidina Uthman bin Affan RA.

Saya tidak pasti asal-usul dan kesahihan kisah ini. Dan bukan sejarah atau kenapa ia berwarna merah yang ingin saya sentuh dalam catatan ini.

Apa yang ingin saya kongsikan ialah berkenaan kedudukan dan mesej penting yang terdapat dalam perkataan “وليتلطف” itu sendiri.

Menurut Ibnu ‘Asyur dalam kitabnya ‘At-Tahrir Wa At-Tanwir’, majoriti Ulama’ Ilmu Tafsir berpendapat jika dikira satu-persatu perkataan dalam Al-Quran bermula dari perkataan “الحمد” di dalam Surah Al-Fatihah dan berakhir dengan perkataan “الناس” dalam Surah An-Nas, kita akan dapati perkataan “وليتلطف” kedudukannya terletak betul-betul di tengah-tengah Al-Quran.
Umpamanya dalam satu bulatan, perkataan ini merupakan titik tengah (central point), terbentuk di sekelilingnya satu lingkaran dengan jarak malar.
Apakah hikmah perkataan ini sebagai ‘central point’ Al-Quran?
Jika kita membuat sedikit ‘bedah siasat’ terhadap perkataan “وليتلطف”, ia terdiri dari 3 unsur;
1. Wau al-‘Athaf (و العطف) : Kata penghubung
2. ‎Lam al-Amr (لام الأمر) : Kata suruhan atau perintah
3. ‎Perkataan يتلطف : Kata kerja

Perkataan “يتلطف”, jika diperhatikan, mengandungi di dalamnya maksud kindness (berbuat baik), patience (bersabar), respectful (menghormati), generous (bermurah hati), gentle (lemah lembut) dan humble (rendah hati). 

Atau dengan kata lainnya, segala sifat yang baik terkumpul dalam satu perkataan ini.
Datangnya perkataan ini diikat dengan kata suruhan dan perintah, menunjukkan ia merupakan satu perintah dari Allah SWT untuk kita sentiasa menghormati dan berbuat baik sesama manusia, tanpa mengira umur, pangkat, bangsa dan agama, sama ada dalam perkataan mahupun perbuatan seharian.


Terletaknya pula perkataan ini di lokasi paling tengah di dalam Al-Quran, memberi isyarat kepada kita bahawa mesej agung yang ingin disampaikan Kitabullah ini adalah tentang peri pentingnya kita sebagai manusia, dalam menjalani kehidupan di dunia ini agar sentiasa bersikap toleransi, lemah lembut, pemaaf, rendah hati.

Sebagaimana Allah SWT turut memberi dorongan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dalam Surah Ali Imran, Ayat 159:
“Maka dengan sebab rahmat dari Allah kepadamu wahai Muhammad, engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka, dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari dirimu. Oleh itu maafkanlah mereka, dan pohonlah ampun bagi mereka, dan bermesyuaratlah dengan mereka dalam segala urusan..

Inilah ‘central thought’ yang dibawa oleh Al-Quran. Tidak kira bagaimana jua bentuk ayat Al-Quran yang datang; ayat hukum-hakam, ayat penceritaan, ayat suruhan sekalipun ayat larangan, hakikatnya Al-Quran sedang membawa para pembacanya kembali kepada maqasid asal penurunan Al-Quran itu sendiri;
“Dan tiadalah Kami mengutuskan engkau wahai Muhammad, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam.” (Surah Al-Anbiyaa’: 107)
Allah mengutuskan Baginda Nabi Muhammad SAW ke dunia, dengan tugas menyebarkan Kalam Tuhannya. Di dalam Kalam-Kalam itu mengandungi pesan-pesan ‘rahmat’ buat sekalian penduduk bumi dan langit.
“Tidak kami turunkan Al-Quran kepadamu wahai Muhammad supaya engkau menanggung kesusahan.” (Surah Taaha: 2)
Tidak pula Allah menurunkan Al-Quran supaya kita menanggung kesusahan, secara mafhum mukhalafahnya, Al-Quran diturunkan kepada manusia supaya mereka dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kerana setelah kita menyahut seruan Tuhan untuk bersikap baik dan berlemah lembut sesama insan, kita akan mendapati kehidupan di dunia ini berjalan dengan mudah, gembira, bahagia dan penuh keberkatan.

Maka benarlah firman Allah yang bermaksud:
“Dan tidaklah sama kesannya perbuatan yang baik dan perbuatan yang jahat. Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik; apabila engkau berkelakuan sedemikian, maka orang yang menaruh rasa permusuhan terhadapmu, dengan serta merta akan menjadi seolah-olah seorang sahabat karib.
Dan sifat terpuji ini tidak dapat diterima dan diamalkan melainkan oleh orang yang sabar, dan tidak juga dapat diterima dan diamalkan melainkan oleh orang yang mempunyai bahagian yang besar dari kebahagiaan dunia dan akhirat.”
(Surah Fussilat: 34 & 35)

Salam Jumaat penuh berkat. Jangan lupa baca Al-Kahfi.


Maklumat Penulis

Artikel ini ditulis oleh Nur Wasitah Binti Azmi. Berasal dari Melaka dan merupakan pelajar tahun akhir Fakulti Syariah, University of Jordan, Amman, Jordan. Ikuti perkembangan beliau di Facebook Wasitah Azmi.