12 April 2022

12 April 2019

MARTABAT 7 (TUJUH)


KETERANGAN
TENTANG TINGKATAN TALJALI DZAT


TAJALI DZAT ITU TERBAGI ATAS 7 MARTABAT ALAM

  1. MARTABAT AHADIYAT
Martabat ini dinamakan pula dengan Martabat “Kunh Dzat” yaitu keadaan Zat semata-mata. Dari sini nyata apa yang dinamakan Sifat dan Asma tidak ada. Martabat lain yang lebih atas dari pada ini, semua martabat yang berikut ini, bersumber dari Martabat ini.
  1. MARTABAT WAHDAT
Martabat ini adalah tingkatan Sifat secara keseluruhan (Ijmal) dengan segala nama, disinilah hakikat Nabi kita Muhammad SAW, yaitu sebagai asal jadi dari segala yang jadi, Hawiyatul Alam atau Hakikat Alam. Segala apapun adalah dari pada Nur Nabi kita Muhammad SAW, sebagaimana sabda beliau.:

ﺍﻮﻞ ﻤﺎﺧﻟﻖﺍﷲ ﻧﻮﺮﻧﺒﻴﻚ ﻴﺎ ﺠﺎﺒﺮﻮﺧﻟﻖ ﻤﻧﻪ ﺍﻷ ﺷﻴﺎﺀ ﻮﺍﻧﺖ ﻤﻦ ﺗﻟﻚ ﺍﻵ ﺷﻴﺎﺀ

AWWALUMA KHALAQALLAHU NURA NABIYYIKA YA JABIRU WA KHALAQA MINHUL-ASYYA’A WA ANTA MIN TILKAL ASYA’I,,

Artinya :
Mula-mula yang Allah jadikan adalah Nur Nabimu ya ,,Jabir. Dan Allah jadikan dari pada Nur itu, segala sesuatu ini, dan engkau hai ,,Jabir termasuk pada sesuatu itu.

Pada Hadits yang lain Nabi bersabda :

ﺍﻧﺎﻤﻦ ﺍﷲ ﻮﺍﻟﻤﻮ ﻤﻧﻮﻦ ﻤﻧﻲ

ANA MINALLAHI WAL MU’MINUNA MINNI,,

Artinya :
Aku adalah dari pada Allah, dan orang-orang mukmin adalah daripadaku.

ﺍﻦﺍﷲ ﺧﻟﻕ ﺮﻮﺡ ﺍﻟﻧﺑﻲ ﺼﻟﻰﺍﷲﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ ﻤﻦ ﺯﺍﺗﻪ ﻮﺧﻟﻖ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﺒﺎﺀ ﺴﺮﻩ ﻤﻦ ﻧﻮﺮﻤﺤﻤﺪ ﺼﻟﻰﺍﷲﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ


INNALLAHA KHALAQA RUHANNABIYYI SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAMA MIN DZATTIHI WA KHALAQAL ‘ALAMA BIASRIHI MIN NURI MUHAMMADIN SAW. ,,
Artinya :
Sesungguhnya Allah ciptakan Roh Nabi Muhammad dari pada Dzat-Nya, lalu Allah ciptakan alam dengan rahasiah-Nya daripada Nur Muhammad SAW.

ﻴﺎﺠﺎﺒﺮﺍﻦﺍﷲ ﺧﻟﻕ ﻗﺒﻞﺍﻵﺷﻴﺎﺀ ﻧﻮﺮﻧﺒﻴﻚ ﻤﻥ ﻧﻮﺮﻩ


YA JABIRU INNALLAHA KHALAQA QABLAL ASYYA’I NURA NABIYYIKA MIN NURIHI. ,,

Artinya :
Ya ,,Jabir Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah Nur Nabimu daripada Nur-Nya.

ﻠﻗﺪ ﺠﺎﺀ ﻛﻢ ﻤﻥﺍﷲ ﻧﻮﺮ

LAQAD JA’AKUM MINALLAHI NURUN. ,,

Artinya :
Sungguh telah Allah datangkan untuk kamu Nur daripada Allah yaitu Nur Muhammad SAW.

ﻴﺎ ﺍﻴﻬﺎ ﺍﻠﻧﺎﺲ ﻗﺪ ﺠﺎﺀ ﻜﻢ ﺍﻠﺤﻖ ﻤﻦ ﺮﺒﻜﻢ

YA AYYUHANNASU QOD JA ‘AKUMUL HAQQU MIN RABBIKUM.,,

Artinya :
Wahai manusia, telah datang Al-Haq dari pada Tuhan-Mu yaitu Nabi kita Muhammad SAW.
  1. MARTABAT WAHIDIYAT
Martabat ini nyata pula Sifat dan Asma itu, dalam arti Munfashil (Terurai). Pada Martabat Wahdat nyata Sifat dan Asma dalam arti Ijmal, maka pada martabat ini adalah dalam arti Munfashil. Dari sini pula lahirnya “Kalam Qadim”, yaitu “ANNAHU ANALLAHU,, Artinya : Aku-lah Allah.


ﺒﻲﻜﺎﻦ ﻣﺎﻜﺎﻦ ﺒﻲ ﻴﻜﻮﻦ ﻤﺎﻴﻜﻮﻦ ﻓﻮﺠﻮﺪﺍﻠﻌﻮﺍﻠﻢ ﺒﻲ

BI KANA MA KANA, BI YAKUNU MA YAKUNU, FAWUJUDUL ’AWALIMI BI,,

Artinya :
Dengan Aku ada, apa saja yang telah ada, dan dengan Aku akan ada apa saja yang akan ada. Maka adanya semua ‘alam ini adalah denganKu”.


ﻜـﻧﺖ ﻜـﻧﺰا ﻤﺧـﻔـﻴﺎ ﻓﺎﺀ ﺤـﺒـﺒـﺖ اﻦ اﻋـﺮﻒ ﻓـﺧـﻠﻘﺖ اﻠﺧﻠﻕ ﻠﻴـﻌﺮﻓـﻧﻲ

KUNTU KANZAN MAKHFIYYAN, FA AHBABTUAN ’URAFA FA KHALAQTUL KHALAQA LIYA’RIFANI.,,
Artinya : “Aku adalah Rahasiah (Perbendaharaan) Yang tersembunyi. Lalu Aku berkeinginan agar dikenal, kemudian aku Ciptakan alam serta makhluk (Muhammad) tidak lain agar mereka bisa Ma’rifat (mengenal) kepada Aku”.
AL-INSANU SIRRI WANA SIRRUHUU
Artinya : “Manusia adalah gudangnya rahasiahku dan AKU adalah gudang rahasiahnya”. Dan tak akan memuat Dhat-KU (Zat Allah) Bumi dan langitku kecuali hati hamba-hambaku yang mukmin yang Lunak (ikhlas), dan tenang (Sabar lagi Mutmainah).

ﺍ ﻟﻒ ﺍﻟﺬ ﺍﺖ ﺳﺎ ﺮﻯ ﺳﺮﻫﺎ ﻓﻰ ﮐﻞ ﺬﺮﺓ ﻮﺤﺎﺀ ﺤﻴﺎﺓ ﺍﻠﻌﺎﻠﻢ ﺍﻠﺬﻯ ﻤﻧﻪ ﻤﺒﺪﺍﺀ ﻩ ﻮﻤﻗﺮﻩ

ALIFU DZATI SAARI’UN SIRRUHAA FI KULLA DZARATIN, HA ‘UN HAYATUL’ ALAMI ALLADZI MINHUMMABDA’UHU WA MAQARRUHU,,
Artinya :
Alif Dzat adalah Mesra rahasiahnya pada segala zarrah, dan Ha adalah Hayatul Alam (Kehidupan alam semesta), dari situlah permulaannya dan menetapnya.

Alif dan Ha yang dimaksud ini di I’tibarkan dari huruf-huruf yang tertera pada nama Nabi kita Muhammad SAW dengan nama yang lebih dikenal dilangit dengan sebutan “Ahmad”.

  1. ALAM ARWAH
Pada tingkatan inilah terhimpun dan terhampar luas segala roh yang tidak bersusun-susunan.

  1. ALAM MITSAL
Pada tingkatan alam ini ada rupa, tetapi tidak bisa dibagi-bagi karena amat halusnya.

  1. ALAM ADJSAM
Pada tingkatan ini semuanya berupa dan berbentuk dan bisa dibagi-bagi (terbagi-bagi)

  1. ALAM INSAN KAMIL
Pada ala ini terhimpun menurut pengertian dari yang Pertama sampai dengan Alam Adjsam.


ADAPUN PENJELASAN MARTABAT 7 ALAM
MENURUT KITAB CENTINI

Bahwa martabat 7 (Tujuh) Alam didalam kitab centini, yang diuraikan secara detail oleh Syekh Among Raga atau Raden Jayeng Resmi putra Sunan Giri Prapen. Yang isinya sebagai berikut :

Martabat Tujuh Alam dibagi menjadi 2 bagian :

Pertama 3 (tiga) Martabat Batin yang mencakup : Alam Ahadiat, Alam Wahdat dan Alam Wahidiat.
Kedua 4 (empat) Martabat Lahir yang mencakup : Alam Arwah, Alam Misal, Alam Ajsam dan Alam Insan Kamil.

ALAM AHADIAT
Adalah wujud yang bersifat mutlak artinya tidak jelas, samara-samar Sifat dan AsmaNya. Oleh karena itu disebut “Kun Ijati” artinya Maha tinggi, tidak terjangkau oleh akal dan tidak ada yang mengetahuinya. Segala akal akan terhenti jika hendak mengenal Allah.

ALAM WAHDAT
Yaitu permulaan Takyun, yakni nyata yang pertama, karena Allah menyatakan keadaannya dan ilmu-Nya. Itulah yang menjadi nyata keadaannya dan setengah sifat-sifatNya maka disebut pula “Suku Dzat” Hakikat Muhammadiyah yang disebut Suku Dzat yaitu tempat kumpulnya Dzat, Ilmu dan Segala Sifat Dzat.

ALAM WAHIDIAT
Yaitu Takyun Sani sebab pada martabat inilah Allah menyatakan Diri-Nya. Semua makhluk dan sifat ilmu sudah terpisah-pisah. Hal ini disebut Al-Akyan Sabitah, itu adalah hakikat manusia, maksudnya karena telah nyata keadaanNya Bumi, Langit lapis tujuh dan binatang sudah berujud dalam ilmu Allah artinya bahwa manusia itu lupa akan adanya dalam batas Tuhan. Oleh karena itu sekalipun Ia tidak tahu ibunya, namun Allah mengetahuinya. Manusia itu disebut Insan Hakiki karena tidak terpisah dengan Dzat Allah maka keberadaannya itu berwujud Sukma, tidak menyimpang dariNya dan tetap dalam ilmu Tuhan sepanjang masa. Ia nyata keadaan dan Sifat-Nya. Insan Hakiki adalah sebutan yang lebih nyata, karena ia adalah Jati kenyataan Tuhan.

ALAM ARWAH
Adalah kenyataan Tuhan, sebab Tuhan melahirkan yang ada dalam Ilmu-Nya, keadaanNya itu dinyatakan dalam Alam Arwah. Segala Sifat dan AsmaNya itu nyata adanya dan bahkan lebih nyata, karena Alam Arwah adalah perwujudan Tuhan. Alam Arwah disebut juga Nur Wilayah disebut demikian karena lahir dari Aibnya ibarat bayi lahir dari perut sang ibu, lahir dengan segala wajahnya.

ALAM MISAL
Disebut Alam Misal karena memang missal yang tetap ilmu-Nya dengan nyata-nyata keadaanNya tetapi sifat-Nya jelas dalam Alam Ajsam.

ALAM AJSAM
Yaitu kenyataan Tuhan, karena Tuhan menyatakan keadaanNya, kejelasan Alam Ajsam, membuat Tuhan dalam keadaan ada, adanya Alam Ajsam maka adapula Tuhan lebih nyata dengan adanya jisim. Itulah cermin kenyataan dari yang nyata.

ALAM INSAN KAMIL
Yaitu tempat ketujuh martabat. Yang paling tinggi adalah tiga martabat batin yaitu La’takyun, Suku Dzat dan Al-Akyan Sabitah, sedangkan tiga martabat lahir yaitu Alam Arwah, Alam Misal, dan Alam Ajsam. Alam Ajsam artinya adalah tebal tipisnya keadaan yang menerima bagian. Sifatnya Jauhar Awal, Af’al dan Mukadas. Disebut Insan Kamil karena keadaannya tidak terpisahkan dengan Tuhan Nyata adanya, kuasa dan SifatNya maha tinggi, nyata dalam insan itu. Disebut Insan Bashari karena tergolong jisim yang tebal tipisnya berubah-rubah menurut keadaan unsure-unsur asalnya. Adapun unsure-unsurnya itu ialah Angin, Api, Air dan Debu/Tanah, keempat unsur yang tidak menyatu itu berbeda-beda pula tak ada yang sama.
Unsur tanah menunjukan watak rendah, unsur Air menunjukan watak dingin dan rendah, unsur Angin menunjukan watak panas dan dingin, unsur Api menunjukan watak panas. Semua watak itu berkumpul pada semua manusia supaya mereka ada yang merasakan dingin dan panas, ada yang merasakan nikmat (kaya) dan sengsara (miskin), serta ada yang merasakan rendah dan tingginya derajat masing-masing, itulah watak-watak yang dimiliki manusia.
Sudah menjadi kewajiban orang-orang mukmin agar bercermin kepada apa yang telah tersebut itu, karena sesungguhnya Insan itu adalah cermin orang-orang mukmin yang nyata-nyata akan adanya Tuhan. Nabi Muhammad SAW bersabda “Barang siapa melihat segala sesuatu, namun jika tidak memandang Tuhan, maka batallah penglihatannya itu, sia-sialah penglihatannya itu dan tidak mendapat hasil. Seperti orang yang mengantuk, ia melihat wayang dalang itu tampak pada hilanglah suara dalang itu padahal nyata-nyata bahwa dalang berkata.
Walaupun tampak dalam kaca namun wujud hak itu adalah nyata. Demikian pula dengan “Suku Dzat”, Al-Akyan Sabitah, Alam Arwah, Alam Ajsam dan Sifat-sifat Dzat sekaligus. Hendaknya dapat menerima semua cermin, sebab itu merupakan jalan menuju kesempurnaan. Para wali juga diwajibkan melaksanakan sabda Tuhan, yakni wajib bercermin pada kaca. Adapun martabat dari Alam Jabarut karena banyak orang yang bingung dalam hal banyaknya Hak, maka dinyatakan bahwa semua milik Tuhan itu adalah menjadi warna martabat.

Gambar Skemanya :



Rujuk juga : https://spekman.blogspot.com/2012/06/martabat-7-nur-muhamad-sepintas-lalu.html



Diambil dari :
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiExDh972s8SiKg8WmJ10fMFhoYYp89RX-xA9e2G0aJrrDGwr3uC_2AmVtl9vc15JvxVqMJWuVq52N6RXfTNsxyZpu2URyiusn-4oRRvGyYfxAbEMhpcaair2GRA-LgGboA1jWFJleZrA/s1600/martabat-alam-tuju.jpg

HAKIKAT TERSEMBUNYI DARI AL-FATIHAH

WAJIB BERGURU


HAKIKAT MEMBACA AL-FATIHAH YANG BENAR


Gambar Surat Al-Fatihah
 
Dalam membaca Fatihah dengan kiraat (lagu) adalah wajib bagi laki-laki, sedangkan bagi wanita tidak wajib, melainkan hanya bacaan idharnya saja yang wajib. Dalam membaca Surat Al-Fatihah harus tahu bahwa ada 7 (tujuh) hal yang merupakan wajib. Jika tidak diketahui semuanya akibatnya mengundang Iblis. Tempatnya ada di talak kalimat. Yakni ada pada 7 ( ) = Mimpitu


  1. BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
  2. ALHAMDU ( ) LILLAAHI ( ) RABBIL ‘AALAMIIN
Artinya : Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian Alam.
Keterangan :
Huruf () diatas artinya ‘mesti berhenti
Mula-mula kalimat Al-Hamdu harus berhenti cara membacanya. Jika diteruskan bacaannya menjadi (Al-hamdulil ) mengundang Syetan Dulil. Pada kalimat Lillahi kemudian berhenti, jika diteruskan membacanya menjadi (Lillahirab) yang menunggu adalah Syetan Irab. Yang menjadi Rabbil aalamin.

  1. AR RAHMAANIR RAHIIM
Artinya : Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

  1. MAALIKI ( ) YAUMID DIIN
Artinya : Raja atau yang menguasai dihari pembalasan. Bagi mukmin pria dan wanita wajiblah memuji Tuhan
Keterangan :
Huruf () diatas artinya ‘mesti berhenti
Pada kalimat Maaliki kemudian berhenti, jika diteruskan menjadi ( Malikiyau ), yang menunggu adalah Syetan Kiyau yang masuk Middiin.

  1. IYYAAKA ( ) NA’BUDU WA IYYAAKA ( ) NASTA’IIN
Artinya : hamba menyembah Allah, hamba takut kepada Allah. Kepada Allah-lah kami minta pertolongan, semoga Allah memberikan kekuatan agama hamba dari agama yang lain
Keterangan :
Huruf () diatas artinya ‘mesti berhenti
Pada kalimat Iyyaaka harus berhenti, jika diteruskan akan menjadi ( Iyyaakanak ), yang menunggu adalah Syetan Kanak pada Na’budu wa. Pada kalimat Iyyaaka yang kedua harus berhenti membacanya, jika diteruskan akan menjadi ( Iyyaakanas ) yang menunggu adalah Syetan Kanas yang menunggui Nasta’iin.

  1. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM
Artinya : (Ihdinash shiraathal) Semoga Allah menunjukan jalan akan iman dan ilmu. (Mustakim) yaitu iman serta ilmu yang benar

  1. SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ( ) ’ALAIHIM GHAIRIL MAGHDLUUBI’ ( ) ALAIHIM WA LADL DLAALLIIN.
Artinya : ( Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ), Semoga Allah menunjukan iman para Nabi, kasihanilah enggkau kepada kami selaku hambaMu, tunjukanlah kami jalannya para Nabi. ( Ghairil maghdluubi ), Semoga dijauhkan dari pikiran yang lain, seperti orang kafir yahudi yang mendapat murka, yang memusuhi Nabi Musa. Kafir yahudi tidak percaya Kitab Taurat. Orang yang tidak percaya kepada kitab berrarti kafir. Ada 104 kitab. (‘Alaihim waladldlaalliin ), yang diberi kemuliaan, berbeda dengan semua yang tersesat, menyambut Nabi Isa. Tidak percaya kepada kitab Injil, Nasrani itu kafir, kafir terhadap semua kitab. Siapa yang tidak percaya kepada salah satu Nabi berarti tidak percaya kepada semua Nabi. Kewajiban semua mukmin adalah menyembah Allah. Semoga Allah Yang Maha Agung mengampuni segala dosa.
Keterangan :
Huruf () diatas artinya ‘mesti berhenti
Pada kalimat Shiraathal ladziina an’amta harus berhenti, jika pembacaannya diteruskan akan menjadi ( Shiraathal ladziina an’amta-nga ), yang menunggu adalah Syetan Tanga yang masuk ‘Alaihim. Pada kalimat Ghairil maghdluubi pembacaannya harus berhenti, jika diteruskan akan menjadi (Ghairil maghdluubi-nga), yang menunggu adalah Syetan Binga yang ada pada Alaihim Waladldlaalliin.

Sudah lengkap 7 (tujuh) ayat dengan Bismillahnya. Ketahuilah panjang pendeknya tasjid ada 14 aksara. Yang dibaca panjang ada 17, Lam dengan Alip ada 3, banyaknya Jabar dalam Fatihah ada 46, Ejer/Jeer ada 29, Epes/pees ada 6 saja. Itulah yang wajib sempurna dalam bacaan Fatihah.
Ingatlah jika mulia salatmu maka akan mulia pula di hari kemudian. Kewajiban semua mukmin, membaca Al-Fatihah kepada Allah sehari semalam paling tidak 17 kali. Rukuk dan tumaninahnya juga 17 kali, iktidal 17 kali. Sujud sehari semalam 34 kali. Di sela-sela sujud ada duduk 17 kali sehari semalam. Tahiat sehari semalam 9 kali, salam sehari semalam 5 kali. Adapun Fardhu shalat sehari semalam 244 kali. Subuh 32, Dhuhur 56, Asar 56, Maghrib 44, Isya 56 kali. Lain dari itu mukmin menghaturkan pujian kepada Allah, siang malam, tahiyat akhir 5 kali, duduk membaca 2 kalimah syahadat dan salam 5 kali, salawat pada nabi 5 kali. Mohon selamat dunia akhirat

ISYARAT HURUF PADA AL-FATIHAH

Sebuah hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Ubay bin Ka’ab r.a. :
“Tidak pernah Allah menurunkan didalam Taurat dan Injil seperti Umul Qur’an (Al-Fatihah)”.
Banyak sekali hadist-hadist Rasululloh SAW yang menunjukan keistimewaan Al-Fatihah. Penempatannya sebagai bacaan wajib dalam sholat dan dibaca sekurang-kurangnya 17 kali dalam sehari semalam (17 raka’at jumlahnya dalam lima waktu shalat) membuktikan betapa besarnya keistimewaan surat tersebut.

Tujuh ayat Surah Al-Fatihah dihitung dari Bismillahirrahmanirrahim sampai dengan Waladl-dlollin dengan jumlah huruf :

Ayat 1 jumlah ada 19 huruf
Ayat 2 jumlah ada 18 huruf
Ayat 3 jumlah ada 13 huruf
Ayat 4 jumlah ada 12 huruf
Ayat 5 jumlah ada 19 huruf
Ayat 6 jumlah ada 19 huruf
Ayat 7 jumlah ada 44 huruf

Jumlah seluruhnya ada 144 huruf ( 1+4 = 5, 5+4 = 9 ) Jadi jumlah huruf yang sebenarnya pada Al-Fatihah adalah 9 (sembilan)

Adapun keunikan Surat Al-Fatihah terdapat pada akhir ayat :
4 (empat) huruf NUN (ayat no. 2,4,5,7) dan 3 (tiga) huruf MIM (ayat no. 1,3,6).
Huruf-huruf MIM dan NUN juga terdapat pada Surah Ya-Sin, yang dalam salah satu hadist, surah ini dinamakan “Qalbulul Qur’an” (Jantungnya Al-Qur’an).
Huruf NUN mengisyaratkan Asmaullah (Nama Allah) ( ﻧﻮﺮ ), sedangkan huruf MIM mengisyaratkan Asma Muhamad (ﻤﺤﻤﺪ ).

4 (empat) NUN isyarat Asma Allah yang Qodim, identik dengan 4 (empat) kata dalam Kalimah Syahadah isyarat Hak Allah Ta’ala Yang Qodim.

3 (tiga) MIM isyarat Asma Rasul Muhammad yang Muhaddas (baharu) identik dengan 3 kata dalam Kalimah Syahadah isyarat Hak Rasul / Muhaddas.



Huruf Al-Fatihah adalah Wujud dari Sholat 5 Waktu
Diambil dari Kata “Al-hamdu”

ﺍَﻠـﺤﻤﺪُ




Tahiyat Sujud I’Tidal Ruku Kiyam
Cinta kepada Allah adalah perwujudan Rasa Syukur kepada Allah SWT yang diwujudkan melalui Shalat sehingga melahirkan Kalam Qadim. Puja dan Puji (Madhun wa Sanaun).
  1. Puji Qodim bagi Qodim
  2. Puji Qodim bagi Muhaddas
  3. Puji Muhaddas bagi Qodim
  4. Puji Muhaddas bagi Muhaddas.

7 (TUJUH) HURUF YANG MAHJUB (terdinding pada Al-Fatihah)

1. Huruf Stsa ( ) Huruf pertama STSANA’UN (ﺜﻧﺎﺀ ) Artinya “Pujian”.


ﻻﺍﺤﺼﻰ ﺜﻧﺎﺀﻋﻠﻴﻚ ﮐﻤﺎﺍﺜﻧﻴﺖﻋﻞ ﻧﻔﺴﻚ
“Tidak terhingga pujiku kepadaMu Ya Allah, sebagaimana tidak terhingga pujiMu terhadap diriMu sendiri”.

ﺍﻠﺬ ﻴﻥَﻫُﻡ ﻋـَﻠﻰ َﺼَﻼ ﺗـﻬﻡ ﺪﺍﻋﻤﻮﻥَ

“Dan mereka memuji-muji TuhanNya secara terus menerus”. (Q.S. Al-Maarij ayat 23)
Baik diwaktu siang, malam. Baik diwaktu berdiri, duduk maupun berbaring, kita tetap dalam keadaan SHOLAT kepada Allah.
Ada hubungannya dengan “memuji/dzikir kepada Allah secara terus menerus” sehari semalam, yang disebut Sholat Da’imulhaq.

2. Huruf Jim () Jaliyyun wa Jalalun, Nyata/ tampak dan mulia.


ﻓﻠﻤﺎ ﺗﺠﻠﻰ ﺮﺒﻪ ﻠﻠﺠﺒﻞ ﺠﻌﻠﻪ ﺪ ﻜﺎ
“Manakala Allah TAJALLI pada bukit, maka bukit itupun hancur berkeping-keping”.

3. Huruf Kha ( ) huruf pertama KHOFIYYUN/KHIFATUN.


ﻮﺍﺬ ﻜﺮﺮﺒﻚ ﻓﻰ ﻧﻔﺴﻚ ﺗﻀﺮﻋﺎﻮﺧﻴﻔﺔ ﻮﺪﻮﻦﺍﻠﺠﻬﺮﻤﻦﺍﻠﻘﻮﻞ

“Ingatlah kepada Tuhanmu pada dirimu, dengan tadlaru (kerendahan hati), Khifatan / sunyi, dan tanpa dinyaringkan”.

4. Huruf Zai ( ) huruf pertama dari kata ZIYADATUN artinya “Tambahan / Nilai Tambah”.


ﺍﻠﺬ ﻴﻦﺍﺤﺴﻧﻮﺍﺍﻠﺤﺴﻧﻰ ﻮﺯﻴﺎﺪ ﺓ
“Untuk orang yang berbuat baik dengan perbuatan yang terbaik, mendapatkan Ziyadah (tambahan nilai) melihat Tuhan”. 
Sebagian besar ulama tafsir menjelaskan perkataan perkataan Ziyadatun / tambahan, ialah karunia untuk mereka ahli sorga yang tadinya melakukan/amal yang terbaik. Dalam kata lain Ziyadah adalah suatu nilai tambah. Melihat Tuhan adalah suatu nikmat yang tertinggi dibanding dengan segala nikmat-nikmat yang lain.

5. Huruf Syin () huruf pertama dari SYIFA’UN artinya : Penyembuhan / Pengobatan.


ﻮﻧﻧﺯﻞ ﻤﻦﺍﻠﻘﺮﺍﻦ ﻤﺎﻫﻮﺷﻔﺎﺀ ﻮ ﺮﺤﻤﺔ
“Kami turunkan sebagian Al-Qur’an itu adalah obat / penyembuh dan rahmat”.
Huruf Syin () huruf ke dua adalah SYAFI’UN dan SYAFA’AT artinya : “Pertongan / Pemberi Bantuan “


وَأَنذِرۡ بِهِ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحۡشَرُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ‌ۙ لَيۡسَ لَهُم مِّن دُونِهِۦ وَلِىٌّ۬ وَلَا شَفِيعٌ۬ لَّعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ (٥١) 
وَأَنذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ - 6:51

“Tidak ada Wali dan Tidak pula ada Penolong mereka selain Allah”. (Q.S. Al-Anam ayat 51).

ﷲِ ﺍﻠﺷـﻔَﺎﻋــَﺔُ ﺠﻤﻴﻌًـﺎ
“Seluruh Syafaat itu Allah yang menentukan” (Q.S. Az-Zumar ayat 44).

6. Huruf Dzho () huruf permulaan dari kata Dzhilun (ﻆﻞ ) artinya : “Naungan”.


ﻻﻆﻞﺍﻵﻆﻠﻪ
“Tidak ada naungan yang paling indah kecuali naungan Allah SWT”. (Al-Hadist).

7. Huruf Fa ( ) huruf permulaan dari kata Fana’un (ﻓﻧﺎﺀ ) artinya : “Lenyap/sirna”.


كُلُّ مَنۡ عَلَيۡہَا فَانٍ۬ (٢٦) وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَـٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ (٢٧)

“Semuanya adalah Fana dan yang kekal abadi hanyalah Zat Tuhanmu (Ya Muhammad Yang Maha Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan”. (Q.S. Rahman : 26-27)

Diantara Ulama ada yang berpendapat bahwa Allah SWT telah menurunkan wahyuNya kepada para Nabi dan Rasul, berjumlah 100 buah shuhuf dan 4 buah kitab.
  1. shuhuf untuk Nabi Adam a.s.
60 shuhuf untuk Nabi Syit a.s.
10 shuhuf untuk Nabi Ibrahim a.s.
1 Kitab Taurat untuk Nabi Musa a.s.
1 Kitab Zabur untuk Nabi Daud a.s.
1 Kitab Injil untuk Nabi Isa a.s.
1 Kitab Al-Qur’an untuk Nabi Muhammad SAW.

Seratus buah shuhuf itu sepenuhnya terhimpun dalam 4 Kitab. Sedangkan 3 Kitab itu terhimpun dalam Al-Qur’anul Karim. Al-Qur’an 30 Zuz itu terhimpun dalam Surat Al-Fatihah. Selanjutnya 7 Ayat Al-Fatihah itu terhimpun seluruhnya dalam BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.


Rujukan

https://blogmarifatullah.blogspot.com/2013/02/hakikat-tersembunyi-dari-al-fatihah.html?m=1&fbclid=IwAR1kfLjP8PssIL60yht5CGbxE6JuoN3Ou_H7FyFwYhIIbIIyMfnrE7tnr7U


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


selamat siang, selamat berbahagia, dan tak lupa selalu agar bersyukur atas nikmat hari ini,, saya ucapkan assalamualaikum pd tuan dan puan penghuni grup yg sejuk ini, berkat nikmat alfateha izinkan aku untuk berbagi bahagia atas nikmatnya,, semenjak saya mengetahui secuil nikmat alfateha saya sepontan meninggalkan semua amalan amalan mantra gaib, bukan tak percaya namun lbh mengutamakan alfateha dikarenakan surat ini surat paling agung berjuta juta manfaat,, langsung saja kali ini sy share alfateha buat pengasihan melekat,, caranya baca alfateha dg lurus atau sudah mandi alfateha,, baca sepuasnya bebas dalam keadaan berwudu,, pokoknya baca sampai hati benar benar puas setelah puas hentikan saja,, bacaan alfateha yg lurus atau yg sudah mandi yaitu yg tertulis di kitab suci alquran,, jika saudara baca sesuai alquran maka otomatis hati tenang adem sejuk nyaman dan tentunya iklas karena anak cucu seiton tak mampu mendekati,, ketika mau menggunakan kasiatnya mintalah yg haq dari alfateha tadi yg telah kita baca,, mintalah agar di zahirkan menjadi pengasihan kepada target atau umum,, hingga saat ini sy menulis saya masih menangis betapa nikmatnya alfateha ini pd keperluan yg saya hadapi dan dg mudah selesaikan,, mungkin ini dulu karena sy tak lagi mampu menahan bahagia dan nikmatnya dari alfateha ini,, bg yg tanya di kolom komentar saja, insyaallah jika ada waktu luang pasti dibalas,, berikut saya lampirkan alfateha yg lurus beserta memandikan alfateha,, pd gambar yg sy kasih tanda maksudnya itu berhenti sejenak,, jgn baca tancap gaz seenak udele dewe,, akhir kata wassalam,, semoga kita semua meraih nikmat allah aminnnn


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=3154013937957479&set=gm.2309419922627877&type=3&eid=ARDoq857f-Kyoi2glF2t7ecxRCDwaHBSIlU7WeoeCRnFVkOCDvLmB4hyrS7fMqzH7JTSgYs0L839T_zY&ifg=1

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setan itu berada pada ayat-ayat dalam surat pembuka Al-Qur’an. Kehadirannya hanya disebabkan oleh kesalahan dalam membaca. Marilah mencoba untuk bersikap jujur, apakah kita juga memanggil mereka.

Setan pertama adalah bernama ‘dulil’, ia bersama-sama setan sabar sebagaimana dijelaskan di depan bekerja sama. Tujuan dari setan dulil adalah membuat semua muslim mengeluh dan menganggap Allah tidak adil pada akhirnya. Semestinya cara membaca ayat kedua adalah “Alhamdu-lillahi, bukan alhamdulillahi (disambung dulil)”, coba dicermati dan dipelajari hal ini.
 

Setankedua yang sering dipanggil dalam membaca Al Fatihah adalah setan ‘hirab’. Ketika kita sudah melaksanakan takbiratul ikhram sebagai gerbang pertemuan kita dengan Allah dalam shalat, entah karena apa, secara tiba-tiba ingatan kita tentang urusan dunia sedemikian kuat. Semuanya menjadi terpampang jelas di kepala kita. Padahal seharusnya kita khusuk hanya mengingat Allah saja. Pernahkah pembaca mengalaminya? Atau jangan-jangan setiap shalat selalu begitu? Kalau ia, bersegeralah beristighfar, karena Anda sedang ditipu oleh setan hirab. Semestinya cara membaca hamdalah adalah “alhamdulillahi-rabbil alamin, dan bukan alhamdu lillahirabil alamin(disambung hirab),” coba diulangi lagi cara membacanya.
 

Setanketiga dalam Al-Fatihah adalah setan ‘kiya’. Setan ini bertugas mengajak anak manusia untuk berlaku sombong dan riya dalam perbuatannya. Bila sering dipanggil, setan kiya ini bisa mengajarkan kepada pemanggilnya untuk melakukan kesombongan yang sir sekalipun, kesombongan yang sangat rahasia sekalipun. Sehingga ikhlas sebagai tujuan yang akan bisa mengalahkan Iblis akan semakin jauh dan jauh darinya. Semestinya cara membaca ayat keempat Al-fatihah adalah “maliki-yaumiddin, dan bukan malikiyyaumiddin (disambung kiya)” seolah dalam hurufya, ada tasdidnya. Coba diteliti lagi.

Setankeempat dan kelima adalah setan ‘kana’ dan ‘kanast’. Setan ini paling sering dipanggil oleh umat islam. Bahkan para imam shalat pun sangat sering memanggil mereka. Tugas mereka adalah mengajak kita berbuat syirik. Disadari atau tidak dalam kehidupan sehari-hari kita sering menuhankan Tuhan selain Allah. Itulah kehebatan anak buah Iblis. Semestinya cara membaca ayat kelima surat Al-Fatihah adalah “iyyaka-na’budu wa iyyaka-nasta’in, dan bukan iyyakana’buduwa iyyakanasta’in (disambung),” ketukannya jadi berubah sampai disana. Coba dilihat lagi.
 

Setankeenam adalah setan ‘na’an’. Setan ini bertugas menggelincirkan umat islam kepada perbuatan dosa dan penyelewengan atas perintah Allah Swt. Semestinya cara membacanya “shiratal ladzina-an’amta, bukan shirathalladzinaan’amta (disambung naan)”. Ayo dicek lagi.
 

Setanketujuh adalah setan ‘bi’a’. setan ini mendukung setan dzalnabur sebagaimana diuraikan di depan. Tugasnya membuat orang mudah marah yang terkadang marahnya tanpa sebab. Ketika ditanya, apa sebabnya marah, dia tidak tahu. Semestinya cara membacanya “ghairil maghdhubi alaihim, dan bukan ghairilmaghdhubi’alaihim (disambung bi’a),”